Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Djokovic Termotivasi Ide Salip Rekor Federer

Ahad 25 Aug 2019 10:38 WIB

Red: Ratna Puspita

Novak Djokovic

Novak Djokovic

Foto: EPA-EFE/NIC BOTHMA
Djokovic tertinggal empat gelar untuk menyamai rekor Federer dengan 20 grand slam.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Petenis nomor satu dunia yang juga juara bertahan US Open, Novak Djokovic, mengambil inspirasi dari ide bahwa dia bisa melewati Roger Federer sebagai pemegang rekor juara tunggal Grand Slam paling banyak sepanjang masa. Namun, bintang Serbia berusia 32 tahun itu terlebih dahulu harus bekerja sebelum itu terjadi.

Baca Juga

Saat ini, ia sedang melakukan persiapan merebut gelar berikutnya pada US Open yang berlangsung mulai Senin (26/8) waktu New York atau Selasa (27/8) WIB. "Saya sadar itu, pastinya. Maksud saya, saya bagian dari dunia ini. Tentu saja saya tidak bisa sepenuhnya mematikan dan menghilangkan apa yang dibicarakan orang-orang," kata Djokovic seperti dikutip AFP.

Djokovic merasa jalan yang ditempuh masih jauh dan mengakui bahwa menyamai rekor Federer sudah pasti menjadi salah ambisi dan tujuannya. "Segalanya agak berbeda dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, tetapi saya tetap merasa muda di dalam dan di luar. Dan saya tetap sangat termotivasi untuk terus, khususnya sekarang, lebih atau kurang segalanya tentang Grand Slam."

Djokovic mengalahkan Federer dalam pertandingan lima set pada final Wimbledon bulan lalu untuk merebut gelar Grand Slam ke-16 yang direbutnya. Sekarang, ia masih tertinggal empat gelar juara di bawah pencapaian bintang Swiss berumur 38 tahun itu. Terselip di antara mereka ada Rafael Nadal dengan 18 gelar juara Grand Slam.

Namun, Djokovic sedang dalam kondisi on fire setelah menjuarai empat dari lima nomor tunggal Grand Slam terakhir, termasuk saat menaklukkan Juan Martin del Potro pada final US Open tahun lalu. Itu adalah juga gelar US Open ketiganya setelah edisi 2011 dan 2015.

Djokovic akan mengawali US Open tahun ini dengan melawan petenis Spanyol berperingkat 76 dunia, Roberto Carballes Baena, pada Senin nanti. Ia pun menceritakan keberhasilannya pada malam sebelum teriakan dukungan dari penggemarnya di Arthur Ashe Stadium membawa dia sukses di New York kala itu.

"Saya jarang kalah pada banyak pertandingan dalam karir saya sewaktu bermain malam hari. Oleh karena itu saya sungguh menikmati atmosfer bisinya yang terjadi di sana," kata dia.

"Kamu hanya perlu menyesuaikan diri dengan hal itu. Kamu beradaptasi dengan itu. Kamu menerimanya. Kamu merangkulnya. Saya merangkulnya karena saya kira itu baik untuk olahraga kita dapat memiliki berbagai atmosfer berbeda di lapangan utama dari empat Slam berbeda."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA