Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

BI Optimistis Penyaluran Kredit Bank Naik

Ahad 25 Agu 2019 07:12 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Elba Damhuri

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Penurunan ini akan mempengaruhi suku bunga kredit perbankan nasional.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan turunnya suku bunga acuan akan mendorong penyaluran kredit dapat lebih kencang, sehingga likuiditas perbankan akan tercukupi.

"Bunga kredit yang turun ini akan terus mendorong penyaluran kredit, karena likuiditasnya cukup. Karena itu, kita ingin mendorong permintaan kredit korporasi dan rumah tangga, maka itu kita turunkan bunga acuan 25 bps," kata Perry kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut dia, saat ini suku bunga kredit perbankan nasional telah turun secara rata-rata enam basis poin. Bahkan, secara year on year hingga Agustus, suku bunga kredit perbankan sudah turun 30 basis poin.

"Suku bunga kredit di perbankan memang terus mengalami penurunan. Tahun lalu hingga tengah tahun ini, saat BI menaikan bunga acuan hingga 175 basis poin, justru bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan," jelas Perry.

Adapun sektor yang bunganya sudah mengalami penurunan adalah modal kerja, investasi dan kredit konsumsi. Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia pada Juni 2019, suku bunga kredit tercatat 10,73 persen turun tiga basis poin dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Secara rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka tenor satu bulan 6,76 persen dari sebelumnya 6,82 persen. Kemudian tenor enam bulan 7,26 persen dari sebelumnya 7,31 persen.

Suku bunga simpanan berjangka tenor tiga bulan tercatat relatif stabil sebesar 6,79 persen. Sementara suku bunga simpanan berjangka waktu 12 bulan naik menjadi 7,05 persen dan 24 bulan meningkat menjadi 7,34 persen.

Sementara Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menambahkan perusahaan telah menurunkan suku bunga deposito pada 1 Juli dan 1 Agustus 2019, masing-masing 0,25 persen. Penurunan juga sudah dilakukan untuk suku bunga kredit, misalnya sektor konsumsi.

"Suku bunga kredit sudah ada yang turun tergantung tingkat risiko nasabah. Jadi, tidak merata dan tidak bisa di-disclose (diungkap) kredit siapa saja yang turun," ucap Jahja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA