Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Kementan Penuhi Syarat yang Membuat Ekspor Melesat

Sabtu 24 Aug 2019 11:02 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menunjukkan Day Old Chicken (DOC) siap ekspor saat kegiatan pelepasan ekspor komoditas unggulan Bali di kawasan kargo logistik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (7/8/2019).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menunjukkan Day Old Chicken (DOC) siap ekspor saat kegiatan pelepasan ekspor komoditas unggulan Bali di kawasan kargo logistik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (7/8/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Nilai ekspor pertanian selama 4,5 tahun terakhir terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuktikan capaian swasembada pangan melalui kemajuan ekspor selama periode Mentan Amran Sulaiman.

Pemerhati masalah pertanian sekaligus Rektor Universitas Bosowa, M Saleh Pallu, mengatakan, kebijakan yang dilakukan Amran Sulaiman menentukan melesatnya ekspor produk pertanian.

Saleh menyebutkan, penataan kualitas kelembagaan, bantuan benih unggulan, dukungan infrastruktur pertanian serta koordinasi intensif dengan petani adalah syarat yang dapat dipenuhi Kementan sehingga ekspor meningkat.

"Amran dan Kementan buktikan pemanfaatan bibit berkualitas, penerapan kemajuan teknologi dengan memodernisasi alsintan, juga ditunjang infrastruktur. Itu akan mencapai swasembada melalui peningkatan ekspor," ujar Saleh.

Sisi lainnya, Saleh mengungkapkan, adalah dukungan pribadi Amran Sulaiman yang terkenal pekerja keras dan fokus terhadap kinerjanya. Hal itu dirasa juga jadi dukungan pada kemajuan ekspor.

Diketahui, Mentan Amran Sulaiman pada beberapa waktu terakhir banyak melepas ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara lainnya.

Komoditas pertanian yang di ekspor tersebut antara lain, mangga Bali, bunga anggrek putih, bawang merah, kopi, kakao dan lainnya.

Mengacu pada data yang ada, nilai ekspor pertanian selama 4,5 tahun terakhir terus meningkat. 

Berdasarkan data tahun 2013, besaran jumlahnya adalah sekitar 33,5 juta ton. Kemudian pada tahun 2016 mengalami dua kali kenaikan mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton.

Begitu juga tahun 2017, ekspor produk pertanian bertambah lagi jumlahnya yakni 41,3 juta ton. Di tahun 2018, ekspor produk pertanian mampu mengukuhkan jumlah sebesar 42,5 juta ton.

Selama periode 2014-2018, jumlah seluruh nilai ekspor produk pertanian Indonesia berhasil mencapai Rp1.957,5 trilliun dengan akumulasi tambahan Rp352,58 triliun. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA