Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Bencana Tanah Retak Ancam 16 Bangunan di Salawu Tasikmalaya

Sabtu 24 Aug 2019 05:13 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

Kemarau panjang menyebabkan tanah di Desa/Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, retak

TASIK, AYOBANDUNG.COM--Kemarau panjang menyebabkan tanah di Desa/Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya retak sepanjang 200 meter. Retakan tanah mengancam 13 rumah warga, satu masjid, satu Kantor BRI, dan satu bangunan sarang burung walet. 

Retakan tanah yang diperkirakan sedalam 60 centimeter tersebut juga memutus saluran irigasi yang mengairi 100 hektare sawah.

Isah (64), warga sekitar menuturkan, retakan tanah sudah terjadi sejak minggu lalu. Saat retakan terjadi warga tidak merasakan getaran apa pun. Retakan baru diketahui saat dia hendak berangkat ke ladang. Dia mengaku kaget melihat di atas sawahnya ada retakan menganga.

"Pas bade ka kebon we ningali eta aya retak dina galengan (saat mau ke kebun melihat ada retak)," papar Isah, Jumat (23/8/2019).

Retakan tanah itu langsung dilaporkan kepada Camat Salawu yang kebetulan kantornya tidak jadi dari lokasi retakan. Isah melapor karena khawatir akan terjadi longsoran besar jika musim penghujan datang.

"Nya sieun panginten (Saya takut gitu). Komo eungke upami usum hujan (apalagi jika nanti musim hujan)," papar Isah.

Di tempat terpisah, Camat Salawu Heri Suherman menuturkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ke lokasi retakan tanah bersama relawan BPBD serta Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR). Dari hasil pemeriksaan di lapangan, retakan bukan hanya satu namun mencapai lima retakan.

Heri menduga retakan terjadi karena beban berat bangunan yang berada di atas tanah, sementara tanah dalam kondisi hampa karena kurangnya air. 

"Jadi tanahnya hampa, labil, sementara bangunan di atasnya berat seperti gedung sangkar burung walet itu kan besar dan panjang," papar Heri.

Pihaknya kini menunggu hasil kajian dari Dinas PUPR untuk solusi agar retakan tidak semakin melebar. Ditambah antisipasi terjadinya longsor saat musim hujan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA