Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Menkeu: Hormati Keputusan BI Turunkan Suku Bunga

Jumat 23 Agu 2019 11:25 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Suku bunga Bank Indonesia

Suku bunga Bank Indonesia

Foto: IST
BI kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, upaya Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin atau 0,25 persen merupakan upaya guna menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kebijakan tersebut akan disinkronkan oleh pemerintah, baik dalam bentuk fiskal yang sekarang ataupun ke depan.

Sri memastikan, pemerintah bersama BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan terus menjaga perekonomian Indonesia seiring dengan sinyal global. "Apabila sinyal dalam perekonomian secara global mengindikasikan adanya pelemahan, kami akan terus mempelajarinya," ujarnya ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/8).

Selain itu, Sri memudahkan, kondisi ekonomi global juga akan menjadi landasan KSSK dalam menentukan sikap dari sisi bauran kebijakan (policy mix). Tujuannya, momentum pertumbuhan ekonomi dapat tetap terjaga sembari memastikan perkembangan pembangunan terus berlangsung.

Secara umum, Sri memastikan, pemerintah menghormati segala kebijakan BI. Sebab, dalam komunikasinya, mereka ingin agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat tetap terjaga. "Kami akan bisa kerja sama dengan mereka maupun OJK," tuturnya.

Sebelumnya, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen, Kamis (22/8). Pada Juli, BI juga menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Dikutip dalam rilis BI, kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran dan tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal. Selain itu, sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA