Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kekhawatiran Perang Dagang Membawa IHSG ke Zona Merah

Jumat 23 Agu 2019 10:32 WIB

Red: Nidia Zuraya

IHSG Melemah: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. ilustrasi

IHSG Melemah: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. ilustrasi

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
IHSG dibuka melemah 11,11 poin atau 0,18 persen menjadi 6.228,13.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/8) dibuka melemah. Pelemahan IHSG masih dipicu kekhawatiran investor terhadap perang dagang yang semakin meluas.

IHSG dibuka melemah 11,11 poin atau 0,18 persen menjadi 6.228,13. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,44 poin atau 0,35 persen menjadi 968,93.

Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa sentimen positif dari dalam negeri mengenai pemangkasan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) terhalangi oleh sentimen negatif eksternal.

"Perselisihan dagang antara Amerika Serikat dan China serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global membuat sentimen positif yang ada di dalam negeri terdilusi, sehingga harga saham di BEI terkoreksi. Sentimen eksternal masih cukup kuat," katanya.

Menurut dia, sentimen global yang kurang kondusif itu membuat pelaku pasar saham, terutama asing masih melakukan aksi lepas saham. Diharapkan, perlambatan ekonomi global maupun resesi ekonomi di Amerika Serikat tidak terjadi sehingga mendorong asing kembali masuk dan menopang harga saham-saham di BEI.

"Mereka (investor asing) tentu akan kembali masuk ke pasar saham kita, dengan asumsi AS tidak mengalami krisis," ucapnya.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah menambahkan terkait perang dagang, Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan untuk memberikan tarif tambahan terhadap produk otomotif Uni Eropa (UE).

Selain dengan china, lanjut dia, AS juga berselisih dengan Eropa, dimana produk baja dan aluminium Uni Eropa dikenakan tarif, yang serta merta dibalas dengan mengenakan tarif tambahan 25 persen terhadap produk AS seperti motor mewah.

"Jika terjadi perang dagang AS-UE dengan skala yang sama dengan China, akan menambah sentimen negatif di pasaran," katanya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 67,66 poin (0,33 persen) ke 20.695,67, indeks Hang Seng menguat 71,31 poin (0,27 persen) ke 26.120,03, dan indeks Straits Times melemah 7,92 poin (0,25 persen) ke posisi 3.119,82.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA