Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Harga Minyak Dunia Jatuh

Jumat 23 Aug 2019 09:25 WIB

Red: Nidia Zuraya

Harga minyak dunia (ilustrasi).

Harga minyak dunia (ilustrasi).

Foto: REUTERS/Max Rossi
Harga minyak tertekan karena pasar dibayangi kekhawatiran melemahnya permintaan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak dunia lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis (22/8) atau Jumat (23/8) pagi WIB. Kejatuhan harga minyak karena pasar telah dibayangi oleh kekhawatiran tentang melemahnya permintaan minyak mentah global.

Baca Juga

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 0,33 dolar AS menjadi menetap pada 55,35 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober turun 0,38 dolar AS menjadi ditutup pada 59,92 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

DNB Markets, bank investasi Norwegia terkemuka, memangkas estimasi pertumbuhan permintaan minyaknya menjadi 800 ribu barel per hari (bph) pada 2019, turun dari 1,1 juta barel per hari sebelumnya, MarketWatch mengutip catatan riset bank tersebut pada Kamis (22/8).

Bank juga merevisi turun perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2020 menjadi 1,1 juta barel per hari, dari sebelumnya 1,6 juta barel per hari.

Sementara itu, DNB Markets juga memangkas estimasi harga patokan minyak Brent menjadi 66 dolar AS per barel untuk 2019, turun dari proyeksi sebelumnya 73 dolar AS per barel, karena prospek kurang antusias untuk pertumbuhan ekonomi global, yang akan membebani permintaan minyak global.

Sehari sebelumnya harga minyak ditutup bervariasi, karena investor mencerna penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu dan memantau secara cermat ketegangan geopolitik antara Iran dan Barat.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA