Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Bung Karno, Ganefo: Kisah Es Lilin Berlidi Hingga Pasar

Jumat 23 Aug 2019 06:01 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Defile di Ganefo.

Defile di Ganefo.

Foto: wikipedia
Ganefo begiru menyedot perhatian di zaman dahulu,

Oleh: Teguh Setiawan, Jurnalis Senior

Tahun 1963 sebuah pasar yang terletak Jl Utama Raya I, tidak jauh dari kantor Kelurahan Cengkareng Barat saat ini, dibangun. Bukan pasar mewah seperti saat ini, tapi berupa kios-kios kecil, dan los-los pedagang sayur-mayur di dalamnya.

Saat pasar dibangun Indonesia sedang demam Games of New Emerging Forces (GANEFO), sebuah event olahraga tingkat dunia yang disebut tandingan Olimpiade. Peserta GANEFO adalah negara-negara baru merdeka dari benua Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Amerika Latin, yang mayoritas berhaluan kiri.

GANEFO berlangsung 10 sampai 22 November 1963, menggema sedemikian hebat di hampir seluruh Indonesia. Semua eleman masyarakat, termasuk gubernur ibu kota dan kepala daerah, tergerak mengkampanyekan event olahraga gagasan Presiden Soekarno dengan berbagai cara. GANEFO benar-benar lebih menyedot perhatian masyarakat dibanding Asian Games Jakarta tahun sebelumnya.

Hasil gambar untuk Ganefo

Di tengah Jakarta, spanduk dengan aneka slogan bertebaran. Beberapa di antaranya; GANEFO Kemauan Sejarah, GANEFO: Gagasan Bung Karno Menjadi Milik Dunia, Dengan Iman Teguh GANEFO Pasti Sukses. Seluruh oplet, bus kota, dan kendaraan omprengan, berlomba menghiasi diri dengan poster GANEFO.

Warga di lereng Gunung Merapi sampai Sumatera Utara menggelar Dana Amal GANEFO. Mereka menyisihkan sedikit tabungan untuk diberikan kepada pemerintah demi sukses GANEFO. Di Sragen, pemerintah kota mengabadikan GANEFO sebagai nama jembatan.


Seorang produsen es di Jakarta mempopulerkan es GANEFO, sering pula disebut es lilin GANEFO.

Mereka yang masih menyimpan kenangan akan jajanan ini mengatakan es GANEFO atau es lilin GANEFO adalah es bertangkai batang lidi. Es dibuat sedemikian menarik dengan warna-warni mencolok, untuk membetot minat pembeli.


Hasil gambar untuk pasar ganefo cengkareng

Di tengah suasana seperti itu pasar yang dibangun di Jl Utama Raya No 1, tepat di samping Kelurahan Cengkareng Barat, diberi nama Pasar GANEFO. Sampai 1970-an, penduduk yang lalu lalang di Jl Utama Raya masih bisa melihat nama Pasar GANEFO tepat di atas pintu masuk pasar.


Pada saat bersamaan di Demak, Jawa Tengah, sebuah pasar dengan nama sama muncul. Sebagai perhelatan olahraga multicabang tandingan Olimpiade, GANEFO tak pernah lagi digelar dan terlupakan. Namun GANEFO sebagai nama pasar seakan abadi di Cengkareng dan Demak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA