Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Integrasi GRC Kunci Membangun Bisnis Berkelanjutan

Jumat 23 Aug 2019 01:27 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana GRC Summit 2019 yang diadakan di Jakarta, 22-23 Agustus 2019.

Suasana GRC Summit 2019 yang diadakan di Jakarta, 22-23 Agustus 2019.

Foto: Dok Panitia TOP GRC
Praktik GRC makin baik, kepercayaan masyarakat dan investor meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan GRC Summit  dan Penghargaan Top GRC (Governance, Risk, and Compliance) 2019 diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, 22-23 Agustus 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta. Mereka terdiri dari direksi, komisaris, manajer. Selain itu,  praktisi GRC , dari banyak perusahaan.

Governance risk management compliance (GRC) adalah istilah yang memayungi pendekatan suatu organisasi terhadap tiga bidang, yaitu tata kelola perusahaan, manajemen risiko korporasi, dan kepatuhan terhadap peraturan.

Kegiatan TOP GRC 2019, diselenggarakan oleh Majalah Top Business. Dalam hal ini,  majalah tersebut bekerja sama dengan beberapa asosiasi/lembaga di atas. Juga dengan beberapa lembaga- konsultan bisnis, manajemen, dan GCG.  Sebut saja,  Asia Business Research Center, PT Sinergi Daya Prima, PT Dwika Consulting, dan Melani K Harriman & Associate.

Dr Antonius Alijoyo, selaku ketua Penyelenggara GRC Summit 2019 sekaligus ketua Dewan Juri TOP GRC 2019  menjelaskan,  kegiatan ini memiliki nilai dan manfaat yang strategis. Di antaranya adalah adanya upaya dari  semua pihak, untuk bersama-sama dan secara terus-menerus meningkatkan praktik implementasi GRC terpadu di Indonesia.

Ia mengemukakan, integrasi GRC merupakan kunci membangun bisnis secara  berkelanjutan. “Dengan semakin baiknya praktik GRC di Indonesia, maka kepercayaan masyarakat dan investor, baik dari dalam dan luar negeri, akan meningkat pula. Diharapkan rating investasi di Indonesia akan meningkat, dan risk country Indonesia semakin baik. Tentu, hal ini akan mendorong peningkatan investasi di Indonesia,” ujar Antonius Alijoyo dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (22/8).

Ketua Penyelenggara TOP GRC 2019, M  Lutfi Handayani menegaskan, kegiatan TOP GRC tidak hanya sekedar awarding atau penghargaan, namun didalamnya ada aspek pembelajaran GRC bagi perusahaan peserta.  “Yang menarik, di sesi nilai tambah saat kegiatan wawancara penjurian, Dewan Juri TOP GRC 2019  memberikan pendapat, masukan, dan saran-saran yang dapat digunakan bagi setiap peserta untuk meningkatkan implementasi GRC-nya. Jadi, sayang sekali jika perusahaan tidak mengikuti wawancara penjurian TOP GRC ini,” tegas Lutfi.  

Kegiatan GRC Summit 2019, merupakan forum nasional untuk membahas pengembangan GRC di Indonesia. “Tema yang diangkat adalah Sustaining Through Integrated GRC (kunci keberhasilan pengembangan bisnis berkelanjutan adalah integrasi GRC),” kata Antonius Alijoyo.

Ia menambahkan, dalam forum ini, hadir pembicara dan tokoh GRC global, Carole Switzer (founder & president of Open Compliance and Ethics Group (OCEG). Ia   melakukan sharing tentang:  (1) The value of principled performance;  (2) How GRC enables better governance;  dan (3) Building a culture for change.

TOP GRC 2019 adalah kegiatan corporate award tahunan, di bidang tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan. Tujuan penyelenggaraan TOP GRC ini adalah untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan yang berkelanjutan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi. 

Tema yang diangkat dalam kegiatan TOP GRC 2019 ini adalah Great GRC, for Great Business. “Artinya, kita mengharapkan munculnya perusahaan-perusahaan hebat di Indonesia, yang terus membangun bisnis dan kinerjanya secara berkelanjutan, dengan menerapkan prinsip-prinsip GRC yang terintegrasi,” kata Lutfi.

TOP GRC 2019 diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan terdiri dari BUMN, perusahaan TBK, swasta nasional maupun multinasional. Kemudian diseleksi menjadi 200 perusahaan finalis. Dan setelah melewati  proses penilaian akhir termasuk wawancara penjurian, ditetapkan 52 perusahaan sebagai penerima penghargaan TOP GRC 2019. 

Klasifikasi kategori penghargaan didasarkan pada level Bintang (stars), mulai dari Bintang 1  hingga Bintang 5. Semakin tinggi level bintangnya, semakin baik sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC di perusahaan. “Bobot penilaian 80 persen  adalah aspek GRC yang terdiri dari sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC-nya. Sedangkan 20 persennya lagi adalah penilaian output/kinerja bisnisnya,”  kata Lutfi Handayani. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA