Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Ribuan Hektare Sawah Karawang Utara Gagal Tanam

Kamis 22 Aug 2019 16:43 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petani menunjukkan kondisi tanah sawah padi berusia 30 hari yang mengalami gagal tanam akibat musim kemarau.

Petani menunjukkan kondisi tanah sawah padi berusia 30 hari yang mengalami gagal tanam akibat musim kemarau.

Foto: Antara/Feri Purnama
Petani Karawang Utara gagal tanam karena kesulitan air untuk mengaliri areal sawah.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Ribuan hektare areal persawahan di wilayah Karawang utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami gagal tanam pada musim kemarau tahun ini. Ketua Serikat Tani Karawang (Setakar) Deden Sofian mengatakan, hal itu terjadi akibat air dari saluran irigasi tidak bisa mengalir ke wilayah Pakisjaya dan sekitarnya.

"Padahal, di daerah itu sudah masuk jadwal tanam," kata Deden di Karawang, Kamis.

Deden mengatakan, jadwal tanam padi di daerah sekitar Pakisjaya pada musim gadu seharusnya sudah dimulai pada akhir Juni 2019, tetapi hingga kini masih ada ribuan hektare sawah yang belum tanam. Di wilayah utara Karawang atau di Pakisjaya, areal persawahan yang sudah ditanami padi hanya sekitar 600 hektare. Sedangkan sekitar 1.300 hektare lainnya belum ditanami padi karena petani kesulitan air untuk mengairi areal sawahnya.

Menurut dia, kondisi itu terjadi akibat minimnya air yang mengalir di saluran irigasi menuju wilayah Pakisjaya yang merupakan golongan air lima. Sementara itu, sesuai dengan jadwal gilir-giring air yang diterapkan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, seharusnya air sudah masuk ke wilayah Pakisjaya, tetapi air irigasi yang mengalir hanya sampai ke wilayah Batujaya.

Petani di Pakisjaya pun tetap kesulitan air untuk mengairi areal sawahnya. Deden mengatakan, selain faktor kekeringan, gagal tanam juga terjadi akibat kerusakan saluran irigasi.

"Terjadi pengendapan lumpur yang luar biasa di saluran irigasi menuju Pakisjaya. Beberapa titik pintu air di saluran irigasi itu juga perlu diperbaiki," katanya.

Deden menyarankan, agar Pemkab Karawang dan PJT II Jatiluhur bisa lebih serius dalam menangani kekeringan yang rutin terjadi setiap tahun.

"Untuk jangka panjangnya, saluran irigasi harus benar-benar diperbaiki total," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA