Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Cak Imin: PKB Bersimbol Lebah

Rabu 21 Aug 2019 23:01 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam Muktamar V PKB di Bali, Selasa (20/8/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
PKB berkomitmen tak makan kecuali makanan yang baik-baik.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG  -- Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan, PKB memilih lebah sebagai simbol sesuai dengan surat An-Nahl Ayat 68. Hal tersebut dijelaskan Cak Imin, sapaan akrabnya, dalam sambutan di hadapan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin dan juga ribuan peserta Muktamar PKB VI.

"Nah kenapa lebah, karena kita punya komitmen untuk tidak pernah hinggap di tempat-tempat yang tidak baik, tidak pernah makan kecuali makan makanan yang baik dan tidak akan pernah produksi kecuali berproduksi hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk rakyat masyarakat dan bangsa," kata Muhaimin di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Muhaimin mengatakan, rumah lebah memiliki manfaat dan berkah bagi seluruh umat manusia. Di balik sosok lebah ini juga adanya kekuatan yang tidak perlu diperlihatkan tetapi dapat mengejutkan.

"Yang benar, sejak dari Bali ini kelihatan hasilnya menggetarkan dunia, dan ini juga menunjukkan satu komitmen bahwa berjamaahlah, bahwa bergerombolan, bahwa berorganisasilah dalam satu kesatuan dan kebersamaan. Jangan bercerai berai kalau ada yang melepas satu biasanya tidak lama kemudian mati karena meninggalkan barisan," katanya saat mengisi sambutan dalam agenda penutupan Muktamar.

Ia juga menambahkan, di dalam lebah ada pemimpin yang biasanya disebut Ratu Lebah. Yang dapat disebut Ratu Lebah ialah organisasi perempuan bangsa sebagai ratu lebah secara internal.

Namun, menurutnya, jika lebih internal lagi Ratu lebahnya adalah Kiai Ma'aruf Amin. Hal ini karena sosok Ma'ruf Amin memiliki pengalaman yang panjang.

"Kalau lebih internal lagi, ratu lebahnya adalah Koai Ma'aruf Amin, karena beliau punya pengalaman panjang, sejak merintis, ada cerita luar biasa, dalam setiap era Nadhatul Ulama. Jadi begitu reformasi beliau yang pertama mencetuskan dan merintis partai ini," jelas Muhaimin.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA