Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Volume Penjualan Pasar Domestik Semen Capai 13,492 Juta Ton

Rabu 21 Aug 2019 15:35 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Operator forklift memindahkan sak semen di gudang kawasan Jakarta Utara, Rabu (21/8).

Operator forklift memindahkan sak semen di gudang kawasan Jakarta Utara, Rabu (21/8).

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Penjualan ekspor perseroan berasal dari fasilitas Indonesia mencapai 1,879 juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan volume penjualan untuk pasar semen domesik sebesar 13,492 juta ton pada semester satu 2019. Pertumbuhan ini cukup signifikan di tengah kondisi pasar semen nasional yang kompetitif.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan perseroan telah mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), turut menopang kinerja bisnis grup secara keseluruhan. Penjualan ekspor perseroan di luar SBI yang berasal dari fasilitas Indonesia mencapai 1,879 juta ton.

Baca Juga

"Sementara penjualan domestik SBI hingga Juli 2019 mencapai 5,396 juta ton dan ekspor SBI mencapai 240.060 ton," ujarnya saat acara Public Expose Live 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/8).

Adapun volume penjualan grup yang mencapai 5,636 juta ton atau setara dengan 26,51 persen dari total volume penjualan Semen Indonesia Group. Sedangkan pendapatan perseroan pada semester satu 2019 tumbuh sebesar 22,9 persen menjadi Rp 16,351 triliun dibandingkan semester satu 2018 sebesar Rp 13,308 triliun.

Sementara GM of Marketing Semen Indonesia Johanna Daunan menambahkan persaingan pasar bebas dari luar negeri membuat faktor penguasaan pasar menjadi sangat penting dalam memperkuat daya saing.

Perseroan pun optimis pertumbuhan penjualan semen secara industri akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara diprediksi pertumbuhan penjualan semen domestik hanya empat persen pada tahun ini.

"Growth kita harapkan empat persen, itu korelasi dengan pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Menurutnya pertumbuhan penjualan industri semen dipengaruhi untuk kategori penjualan ritel. Sebab untuk konsumsi semen domestik ritel mencapai 70 persen dari total penjualan.

"Para pelaku melihat adanya penirunan permintaan lantaran lesunya pembangunan rumah. Pembangunan rumah ini juga menjadi salah satu tolak ukur untuk pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Saat ini pangsa di domestik mencapai 53 persen. Ke depan Semen Indonesia Group semakin yakin kinerja bisnis secara keseluruhan di semakin potensial sebagai pemain utama di industri semen regional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA