Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ekonomi Melambat, Darmin: Akibat Pelemahan Ekspor-Impor

Senin 05 Agu 2019 14:31 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Penurunan ekonomi domestik berdampak langsung pada kondisi ekonomi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang kuartal II 2019 mengalami perlambatan, hanya 5,05 persen. Laju pertumbuhan itu lebih rendah dibanding pertumbuhan kuartal I 2019 maupun kuartal II 2018. Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan, pelemahan tersebut akibat pelemahan pada ekspor-impor nasional. 

Baca Juga

"Ini benar-benar hubungannya dari ekspor-impor. Jangan lupa tahun lalu ekspor melambat tapi impor naik. Tahun ini ekspor dan impor negatif," kata Darmin di Jakarta, Senin (5/8). 

Kinerja ekspor-impor sebagai kontributor utama pelemahan pertumbuhan ekonomi diyakini karena berdasarkan tren, pertumbuhan kuartal II selalu meningkat. Di sisi lain, kuartal II tahun ini juga bertepatan dengan momen Ramadhan dan Lebaran, serta Pemilu 2019. Momen-momen itu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan pemerintah sebagai penopang pertumbuhan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,17 persen sedangkan konsumsi pemerintah tembus 8,23 persen. Sedangkan pertumbuhan konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 5,01 persen serta  PMTB atau investasi tumbuh 5,01 persen. 

Namun, khusus ekspor dan impor masing-masing negatif 1,81 persen dan 6,73 persen. Darmin mengatakan, negatifnya dua sektor itu menunjukkan adanya penurunan pergerakan ekonomi domestik dan berdampak langsung pada kondisi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Ia menyebut, ini juga tidak lepas dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina di pasar global. Kondisi perekonomian Indonesia tidak mungkin hanya dipengaruhi dari faktor domestik. Kendati demikian, pemerintah belum bisa memprediksi pengaruh ekonomi global ke depan terhadap kondisi domestik. 

"Faktor global kita belum mengetahui bagaimana. Mereka (AS-Cina) saling berunding tapi tiba-tiba menaikkan lagi bea masuk. Jadi saya belum bisa menyimpulkan," ujar dia. 

Darmin mengakui, tantangan bagi Indonesia hingga akhir tahun akan lebih berat. Pemerintah, kata Darmin, harus mencari penyebab dari turunnya ekspor dan impor yang membuat geliat ekonomi berkurang. 

"Sampai dengan kemarin-kemarin ini, pertumbuhan memang agak melambat," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA