Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

BNI Syariah Targetkan Transaksi Kartu Pembiayaan di ITE

Selasa 20 Agu 2019 19:34 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Target Buku III. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Selasa (3/7).

Target Buku III. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Selasa (3/7).

Foto: Republika/ Wihdan
BNI Syariah menargetkan transaksi Hasanah Card pada ITE mencapai Rp 4 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah menargetkan peningkatan transaksi kartu pembiayaan iB Hasanah Card pada penyelenggaraan Islamic Tourism Expo 2019. Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari menyampaikan pelaksanaan ITE menjadi momen untuk meningkatkan transaksi kartu pembiayaan.

Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan untuk melakukan perjalanan, iB Hasanah Card menawarkan keunggulan saat digunakan di luar negeri. Seperti kurs yang kompetitif, skema yang sesuai dengan syariat, dan hanya dapat digunakan di merchant halal.

Ini sesuai dengan penyelenggaraan ITE yang menjadi ajang untuk memperoleh paket wisata halal, haji dan umroh. "Hasanah Card merupakan solusi bagi para traveler," katanya.

Rima mengatakan BNI Syariah menargetkan transaksi Hasanah Card pada ITE mencapai Rp 4 miliar, naik dua kali lipat dari tahun lalu senilai Rp 2 miliar. Sementara target penambahan DPK diharapkan sebanyak 20 persen dari capaian tahun lalu sebesar 500 rekening.

Tahun lalu, pembiayaan konsumtif dari ITE mencapai Rp 50 miliar, sementara pembiayaan produktif mencapai Rp 60 miliar. Tahun ini diharapkan target naik lebih dari 20 persen.

"Tahun ini kita akan gencarkan Hasanah Card ini termasuk promosi melalui sosial media," kata dia. 

Per Juli 2019, jumlah kartu pembiayaan Hasanah Card mencapai 300 ribu dengan target penambahan sekitar 32 ribu kartu hingga akhir tahun. Outstanding loan Hasanah Card pada periode yang sama sekitar sekitar Rp 366 miliar dengan target penggunaan hingga akhir tahun mencapai Rp 1,2 triliun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA