Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Mahasiswa KKN UNS di Papua Aman

Selasa 20 Aug 2019 18:24 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani

Gedung kantor pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Gedung kantor pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Foto: Republika/Binti sholikah
Mahasiswa KKN UNS di Papua ditempatkan di Nabire dan Merauke

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Papua dinyatakan aman. Sesuai jadwal, akhir bulan ini, para mahasiswa tersebut akan dipulangkan ke kampus.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan, sudah mendapat laporan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) yang bertanggung jawab terhadap mahasiswa KKN mengenai kondisi mahasiswa KKN.

"Laporan dari LPPM tidak ada masalah," ucap Jamal kepada wartawan di Gedung Kantor Pusat UNS, Selasa (20/8).

Jamal menyatakan, mahasiswa KKN UNS di Papua ditempatkan di Nabire dan Merauke. Jumlah mahasiswa KKN di Nabire sebanyak 20 orang, sedangkan di Merauke sebanyak lima orang. Mereka menjalani KKN periode Juli-Agustus 2019.

Jamal mengaku sudah menghubungi mahasiswa KKN di Nabire. Kondisi para mahasiswa dinyatakan aman. Bahkan, para mahasiswa didampingi oleh Babinsa dan berkoordinasi dengan aparat TNI.

Dia berharap, kepulangan para mahasiswa KKN tersebut sesuai dengan jadwal. Dia juga mengimbau kepada keluarga mahasiswa KKN di Papua agar tidak perlu khawatir.

"Karena tidak ada masalah, ya bagi saya tidak perlu khawatir. Kepolisian juga menjamin rasa aman. Kepulangan diharapkan sesuai jadwal," pungkasnya.

Pada periode Juli-Agustus 2019 jumlah mahasiswa UNS yang mengikuti KKN sebanyak 3.331 mahasiswa dan 158 Dosen Pembimbing Lapangan. Jumlah tersebut tersebar di 20 Kabupaten di Jawa Tengah, sembilan Kabupaten di Jawa Timur, empat kabupaten di Jawa Barat, dua Kabupaten di Daerah lstimewa Yogyakarta (DIY) dan 20 Kabupaten di Luar Pulau lawa. Total lokasi 317 Desa, 91 Kecamatan, 55 Kabupaten dan 16 Provinsi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA