Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Mahasiswa Diminta Adaptif pada Perubahan

Senin 19 Aug 2019 18:09 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Menkominfo, Rudiantara, ketika mengisi kuliah perdana di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menkominfo, Rudiantara, ketika mengisi kuliah perdana di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Foto: Dokumen.
Perlu sumber daya manusia berbasis kemampuan digital.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Nilai tambah semakin dibutuhkan jika mahasiswa ingin meningkatkan kemampuan di era revolusi industri 4.0. Karenanya, berbagai keterampilan baru perlu dimiliki mahasiswa.

Terutama, soal internet of things dan sensor artificial intelligent. Terlebih, pada masa mendatang lebih banyak dibutuhkan guru-guru atau dosen-dosen yang interaktif.

Artinya, kelas lebih banyak bersifat konseling atau mentoring, tidak cuma mengajarkan satu arah. Menkominfo Rudiantara mengatakan, jika tidak memiliki nilai tambah yang aplikatif, bangsa ini bisa kalah.

Mengisi studium general di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rudiantara membawakan materi berjudul Peran Teknologi Informasi dalam Menghasilkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia.

Ia berpendapat, perubahan yang terjadi berlangsung begitu cepat. Bahkan, banyak timbul disiplin ilmu baru, keterampilan baru, lapangan kerja baru dengan kualifikasi yang serba baru.

"Kita harus antisipasi dan bersikap adaptif untuk perubahan tersebut," kata Rudiantara, di GOR UNY, Senin (19/8).

Rudiantara menilai, 10 tahun mendatang pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pesat menjadi nomor lima dunia. Untuk itu, mahasiswa harus mengisi masa depan Indonesia.

Untuk itu, perlu sumber daya manusia berbasis kemampuan digital. Selain itu, mahasiswa-mahasiswa kini harus merebut kesempatan digital, seperti membuat perusahaan-perusahaan start-up.

"Kita harus menjadi bagian yang cepat dan adaptif terhadap perubahan agar kita bisa menundukkan perubahan itu sendiri," ujar Radiantara, di depan mahasiswa-mahasiswa baru UNY tersebut.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, menyambut kedatangan mahasiswa baru UNY sebagai harapan baru bagi Indonesia. Ia merasa, itu berarti tambah lagi aktor perubahan bagi Indonesia yang lebih maju dan gemilang.

"Wujud doa dan harapan orang-orang tua dari berbagai kalangan, dari berbagai sudut negeri, akan masa depan yang lebih baik dengan pendidikan," katanya.

Sutrisna turut mengajak mahasiswa-mahasiswa baru agar tidak takut mengarungi dunia tanpa rasa takut. Ia menekankan, UNY akan siapkan mahasiswa-mahasiswa menjadi pribadi yang matang.

Kepribadian itu dapat dimiliki dengan senantiasa mengasah softskill maupun hardskill. Lalu, mengembangkan keilmuan dengan penelitian dan berdedikasi tinggi melalui pengabdian.

Tahun ini, UNY sendiri menerima 7.754 orang mahasiswa yang terdiri dari 801 orang mahasiswa D4, 5.589 orang mahasiswa S1, 1.312 orang mahasiswa S2, dan 151 orang mahasiswa S3.

"UNY mengampu PPG Dalam Jabatan sebanyak 1.502 orang dan 51 orang Program Profesi Insinyur," ujar Sutrisna.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA