Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Tim KKN UIN Suka Hasilkan Desa Tanggap Bencana di Lampung

Senin 19 Aug 2019 17:19 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi (berbaju merah) menanam pohon mangrove.

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi (berbaju merah) menanam pohon mangrove.

Foto: Dokumen.
Selain itu, juga dilakukan penanaman mangrove sebanyak 2.000 batang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 99 UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta telah mengakhiri pelaksanaan pengabdian di Pekon Kiluan Negeri, Tenggamus, Bandar Lampung. Mereka pun menghasilkan desa tanggap bencana di pedalaman Lampung tersebut.

Alasan tim KKN UIN Suka menghasilkan karena daerah tersebut memiliki potensi bencana. Tentunya, dapat mengancam masyarakat, seperti tanah longsor, gempa, dan tsunami.

Dosen pembimbimg lapangan, Very Julianto, mengatakan, membentuk desa tanggap bencana memang salah satu fokus tim KKN di Pekon Kiloan Negeri. Program-program yang dilakukan antara lain sosialisasi tanggap bencana sejak dini pada siswa SD, SMP, dan masyarakat setempat.

Selain itu, juga dilakukan pelatihan tanggap bencana, pembuatan peta rawan bencana, survey dan pembuatan jalur evakuasi. "Termasuk pembentukan forum masyarakat tanggap bencama tingkat desa di bawah tanggung jawab BPBN," kata Very.

Selain menghasilkan desa tanggap bencana, tim KKN UIN Suka ini juga memperkenalkan Pekon sebagai desa wisata ramah lingkungan. Programnya sendiri mengusung ecolifestyle yang meliputi pelatihan pembuatan tempat sampah dari bambu.

Koordinator KKN, Abdul Rahman mengatakan, tempat sampah ini diletakkan di tempat-tempat wisata. Selain itu, juga dilakukan penanaman mangrove sebanyak dua ribu batang dan 55 terumbu karang.

"Ada juga ikon wisata bawah laut, sosialisasi peduli lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan sosial ekonomi dengan pelatihan kreativitas olahan hasil laut dan pertanian lokal," kata Abdul.

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan tim KKN di luar Pulau Jawa tersebut. Selain di Pekon Kiluan Negeri, Tenggamus, tim KKN UIN Suka juga dikirim ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Gorontalo Utara. "UIN Suka juga mengirim KKN Tematik ke luar negeri di Kamboja," kata Yudian.

Sementara itu, Bupati Tenggamus Dewi Handajani berharap KKN di wilayahnya dilakukan secara berkelanjutan. Terutama dengan menyasar wilayah-wilayah pedalaman yang masih sulit dijangkau.

"Tentu kita sangat bersyukur KKN UIN Suka berhasil mengatasi permasalahan yang sangar sesuai dengan kondisi alam, sosial, dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tenggamus," ujar Dewi.

Penutupan KKN UIN Suka ini pun dilakukan dengan menggelar Festival Pekon Kiloan Negeri. Keberhasilan programnya ditampilkan dalam festival tersebut dengan dilakukannya deklarasi pencanangan Desa Tangguh Bencana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA