Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Cerita PLN Listriki Wilayah Perbatasan di Hari Kemerdekaan

Ahad 18 Aug 2019 12:49 WIB

Rep: Muhammad Nusryamsi/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah pekerja PT PLN (Persero) melakukan perawatan jaringan listrik di Kota Kupang, NTT, Kamis (8/8/2019).

Sejumlah pekerja PT PLN (Persero) melakukan perawatan jaringan listrik di Kota Kupang, NTT, Kamis (8/8/2019).

Foto: Antara/Kornelis Kaha
Sudah 166 pelanggan di Long Midang, yang sudah tersambung listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengalirkan listrik untuk desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Desa Long Midang, Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Proses pengaliran listrik ini tepat pada hari kemerdekaan Indonesia ke-74 pada Sabtu (17/8).

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid bersama General Manager PLN UIW Kaltimra Djoko Dwijatno meresmikan masuknya listrik PLN  secara simbolis dengan menyalakan kWh meter di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang Krayan. 

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengatakan,harapan warga untuk bisa menikmati listrik PLN akhirnya terwujud seiring dengan dirampungkannya proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UIW Kaltimra).

"Alhamdulillah masyarakat sangat senang sekali. Membangun daerah dari pinggiran sesuai nawacita, hal ini sudah bisa kita wujudkan meskipun dalam waktu yg bertahap. Kami ucapkan terima kasih kepada PLN sebagai BUMN Hadir untuk negeri dan juga Kementerian ESDM," ujar Laura.

General Manager PLN UIW Kaltimra Djoko Dwijatno mengatakan listrik untuk Long Midang disuplai PLTD Krayan Induk dengan daya mampu 450 kW. Berjalan dengan sistem isolated, PLTD Krayan Induk menyuplai listrik tiga Kecamatan yaitu Krayan Induk, Krayan Timur dan Krayan Barat. Djoko menyebut, dengan telah masuknya listrik PLN ke Desa Long Midang, maka kini angka beban puncak berkisar pada 210 kW.

"Sampai hari ini sudah 166 pelanggan di Long Midang, yang sudah tersambung listrik," ujar Djoko. 

Djoko menjelaskan Desa Long Midang berjarak sekitar tujug km dari PLTD Krayan Induk dan dapat ditempuh dengan perjalanan udara menggunakan pesawat Nomad milik TNI dari Tarakan dengan waktu tempuh 40 Menit menuju Long Bawan.

Dari Long Bawan perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan jarak tempuh 11 km untuk kemudian sampai di Desa Long Midang. Seperti halnya pengerjaan proyek di lokasi Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) lainnya, tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek listrik perbatasan ini adalah medan yang berat.

Djoko mengatakan akses dan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai, membuat mobilisasi mesin dan peralatan membutuhkan tenaga ekstra. Di sana, PLN menggarap jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 5.25 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) 2.69 kms dengan gardu berkapasitas 2x50 kVa.

“Memang medannya cukup menantang. Tim kami mulai mengerjakan proyek ini pada Mei 2019 dan selesai pada Agustus 2019. Lebih cepat dua bulan dari yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Oktober 2019," ucap Djoko. 

Djoko menambahkan, dalam melistriki masyarakat, PLN tidak hanya memperhatikan dari sisi kecukupan pembangkitnya, tetapi juga kesiapan jaringan dan sumber daya manusia untuk mengelolanya.

Salah seorang warga dari desa Long Midang, Pung, mengatakan masyarakat di sana sudah lama mendambakan masuknya listrik ke daerah mereka. Dengan adanya listrik PLN, praktis kualitas kehidupan mereka menjadi lebih meningkat.

"Dulu sebelum ada listrik gelap kita ini. karena malam gelap jadi tidak ada kegiatan di tempat kita, bagus sudah terang sehingga anak kami bisa belajar malam. Terima kasih PLN karena sudah terangi desa kami ini," kata Pung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA