Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Rakyat Kecil Sulit Penuhi Kebutuhan Apalagi Bayar Pajak

Jumat 16 Aug 2019 05:34 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Bayar pajak (ilustrasi).

Bayar pajak (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supri
Warga miskin jangankan membayar pajak, untuk kebutuhan hidup saja kepayahan

REPUBLIKA.CO.ID, Digitalisasi perpajakan merupakan terobosan baru dalam menjawab tantangan abad ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani menginginkan proses membayar pajak bisa semudah mengisi pulsa. Hal itu mengingat masih banyak wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.

Namun, benarkah wajib pajak tidak membayar pajaknya karena semata hal teknis sehingga solusi yang dibuat adalah mempermudah pembayaran? Jika dilihat dari taraf hidup rata-rata warga Indonesia, mayoritas berada di bawah garis kemiskinan.

Ternyata, mereka pun menjadi wajib pajak. Sebut saja pajak terhadap penjualan pempek dan nasi bungkus.

Jangankan untuk membayar pajak, kebutuhan hidup yang tinggi; rakyat kepayahan memenuhi kebutuhan primernya. Wajar akhirnya pembayaran pajak tersendat bukan semata hal teknis mengenai rumitnya pembayaran melainkan sumber pendapatan dan tingginya harga kebutuhan yang melanda mayoritas rakyat Indonesia.

Karena itu, jangan jadikan pajak sebagai satu-satunya sumber pembiayaan negara. Sebenarnya, masih banyak sumber selain pajak, misalnya, kelola sumber daya alam negeri ini yang melimpah dengan benar dan untuk kemaslahatan masyarakat.

PENGIRIM: Kanti Rahmillah, Purwakarta

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA