Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

PLN Targetkan Seluruh Desa di Aceh Terlistriki Tahun Ini

Ahad 18 Aug 2019 13:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih

Jajaran petinggi Kementerian ESDM dan PLN usai pemasangan instalasi listrik di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, (14/8)

Jajaran petinggi Kementerian ESDM dan PLN usai pemasangan instalasi listrik di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, (14/8)

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
PLN telah berhasil melistriki sebanyak 6.495 desa di Provinsi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menargetkan seluruh desa di Provinsi Aceh sudah mendapatkan pasokan listrik pada Oktober 2019. Target ini lebih cepat dari target semula pada 2020.

"Target 100 persen Desa Berlistrik yang pada awalnya akan tercapai di 2020, dipercepat menjadi Oktober 2019," ujar General Manager PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (18/8).

Jefri menyampaikan hingga Agustus 2019, PLN telah berhasil melistriki sebanyak 6.495 desa di Provinsi Aceh, atau hanya tersisa dua desa yang masih belum bisa menikmati listrik dari PLN. Jefri menyebutkan percepatan elektrifikasi desa ini sebagai upaya PLN dalam meningkatkan geliat ekonomi masyarakat desa.

"Dengan desa berlistrik, kehidupan masyarakat desa tentu semakin baik, geliat ekonomi pedesaan semakin membaik," ucap Jefri.

Sebelumnya, kata Jefri, pada Juni 2019, PLN berhasil meresmikan listrik masuk ke Desa Sikundo, sehingga sisa desa yang belum dilistriki saat ini adalah Desa Tampur Boor di wilayah Aceh Timur serta Desa Suka Makmur di Aceh Singkil. Adapun jumlah Kepala Keluarga (KK) dari kedua desa tersebut adalah 60 KK.

Lebih lanjut, Jefri menjelaskan tentang kendala yang dialami dalam membangun Desa Berlistrik di Aceh terutama adalah soal akses jalan untuk mengangkut peralatan dan material listrik.

"Kendala utama kita belum ada infrastruktur jalan yang memadai untuk membawa material jaringan listrik ke desa-desa, sehingga kita harus menggunakan kendaraan roda dua, gerobak bahkan diangkut dengan perahu motor ada juga yang menggunakan kerbau untuk menarik gerobak guna mengangkut material jaringan tersebut," ucap Jefri.

Akses ke pelosok memang kerap menjadi permasalahan utama dalam melistriki desa terpencil, namun di Aceh hal tersebut telah berhasil diatasi dengan baik.

“Alhamdulillah di Aceh ini PLN telah berhasil mengatasi kendala akses tersebut, terbukti hingga 17 Agustus 2019, Alhamdulillah rasio desa berlistrik sudah mencapai 99,97 persen atau tinggal dua desa yang masih tersisa, PLN optimistis dapat segera 100 persen pada Oktober 2019," kata Jefri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA