Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Ridwan Kamil Terkenang Momen Sebagai Paskibraka

Sabtu 17 Agu 2019 17:35 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Indira Rezkisari

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menari sajojo usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (17/8).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menari sajojo usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (17/8).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Ridwan Kamil pernah jadi anggota Paskibraka Kota Bandung di tahun 1988.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aktivitas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bandung 1988 mengisi salah satu fragmen hidup Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Kenangan itu kembali hadir saat pria yang akrab disapa Emil itu melakukan reuni bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bandung 1985-2016.

"Alhamdulillah, ada berbagai nikmat yang kita rasakan hari ini, nikmat kesehatan, nikmat umur, dan ini nikmat silaturahim," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat menghadiri 'Ngariung Bareng Sosonoan' Alumni Paskibraka Kota Bandung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (17/8).

Selain menjadikan ajang reuni sebagai bagian dari silaturahmi, Emil pun mengenang saat dirinya melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk menjadi anggota Paskibraka Kota Bandung.

"Tadi malam saya ke Taman Makam Pahlawan buat renungan suci. Jadi ingat saat jurit malam, aya penampakan diditu, aya penampakan didieu," ujar Emil disambut tawa 600-an peserta reuni yang hadir.

Selain itu, kenangan Emil bertugas pada upacara di tahun 1988 terlintas kembali bersamaan Upacara Detik-Detik Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat, Sabtu (17/8) pagi. Bedanya, Emil Sang Gubernur kali ini bertugas sebagai inspektur upacara.

"Kali pertama (di HUT ke-74 RI) saya jadi gubernur, rada kasuat-suat oge baheula mah (saat jadi anggota Paskibraka) ti sisi menyaksikan pengerekan bendera," kata Emil.

Namun, kata dia, sekarang ia ditakdirkan di podium membawa bendera pusaka yang umurnya 50 tahun. "Terus terang rada merinding tadi pas hormatnya, karena memori muncul lagi, ingat lagi para pelatih dan lainnya," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA