Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

UPH Beri Bantuan Pendidikan untuk Enam Pengungsi Afghanistan

Jumat 16 Aug 2019 20:26 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Maman Sudiaman

 James t. Riady Founder and Chairman of YPPH bersama (kanan) Mr. Dejan Michevski - Representasi International Organization of Migration dan Ric Cannada - Senior Advisor YPPH serta (kiri) Maryan Garcia, Adriani Gunawan, Staff UPH dan Ms. Julia Zaykowski - UNHCR, Senior Protection Officer

James t. Riady Founder and Chairman of YPPH bersama (kanan) Mr. Dejan Michevski - Representasi International Organization of Migration dan Ric Cannada - Senior Advisor YPPH serta (kiri) Maryan Garcia, Adriani Gunawan, Staff UPH dan Ms. Julia Zaykowski - UNHCR, Senior Protection Officer

Foto: dok UPH
Para pengungsi dijamin akomodasi berupa tempat tinggal dan makan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Universitas Pelita Harapan (UPH) menerima kedatangan enam pengungsi Afghanistan pada Kamis, (15/8). Enam pengungsi tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam program EPP (English Pathway Program) di UPH.

Keenam pengungsi yang berusia antara 15 sampai 23 tahun ini terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan. Di Kampus UPH, mereka telah melewati proses seleksi dan akan mengikuti program EPP yaitu pendidikan Bahasa Inggris selama satu tahun. Langkaah itu dimaksudkan untuk persiapan memasuki pendidikan lanjut di perguruan tinggi.  

Proses serah terima keenam pengungsi ini dilakukan secara resmi dari pihak Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation High Commissioner for Refugess/UNHCR) yang diwakili oleh Petugas Perlindungan Senior, Julia Zaykowski, kepada Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), James T. Riady, di Gedung HOPE, Kampus UPH, Tangerang.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), James T. Riady, mengatakan, program sosial ini merupakan bagian dari misi UPH untuk menjangkau masyarakat dan kelompok-kelompok yang ada di Indonesia terutama kelompok masyarakat yang berkebutuhan. "Bantuan ini secara khusus ditujukan untuk memberi kesempatan bagi para pengungsi selama penantian di Jakarta untuk dapat dipulangkan ke negara asalnya. Kami mencoba membantu seluruh komunitas yang membutuhkan, baik di pedalaman Indonesia maupun di komunitas-komunitas lainnya, seperti komunitas pengungsi ini,” kata James dalam siaran persnya yang diterima, Jumat (16/8).

photo

James T. Riady Founder and Chairman of YPPH bersalaman dengan keenam pengungsi Afghanistan penerima bantuan pendidikan di UPH

James menambahkan beberapa dari  pengungsi ini sudah tinggal di Indonesia selama tiga atau empat tahun tetapi tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja atau belajar secara formal. Diharapkan program ini dapat membuka jalan bagi para pengungsi untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mewujudkan cita-cita mereka. "Ketika ditanya perihal cita-cita, keenam pemuda Afghanistan ini mengatakan ingin menjadi dokter, pebisnis,  politisi dan bekerja di bidang pendidikan," ujar dia.

Selain dibantu secara akademik, lanjut dia, ia juga menjamin akomodasi berupa tempat tinggal dan makan. Keenam pengungsi ini akan tinggal di asrama kampus UPH, dimana mereka masing-masing memiliki mentor dan mahasiswa UPH akan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Executive Director of MYC Residence Life UPH, Mr. Stephen Metcalfe, mengatakan, para mahasiswa ini tidak hanya mendapatkan pendidikan bahasa melainkan juga memiliki kesempatan untuk bertumbuh dalam berbagai aspek. Seperti kepercayaan diri, memperluas wawasan dan berelasi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

Petugas Perlindungan Senior dari United Nation High Commissioner for Refugess (UNHCR), Julia Zaykowski,mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif kerjasama yang dicetuskan oleh UPH. UNHCR sangat senang dan mengapresiasi dukungan UPH untuk membantu di bidang pendidikan. "Ini sangatlah berharga dan akan sangat berguna bagi keenam pemuda ini serta akan menumbuhkan harapan dan dorongan positif bagi komunitas pengungsi,” kata dia.

Senior Programme Coordinator at International Organization of Migration, Dejan Micevski mengatakan, dalam kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi para pengungsi dan menjadi awal dari kerjasama yang lebih bermanfaat, baik bagi para pengungsi maupun UPH.

Diketahui, UPH merupakan universitas swasta terkemuka dan komprehensif dengan 68 program studi. UPH memiliki lebih dari 20.000 mahasiswa yang berasal lebih dari 30 negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA