Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Ini Tanggapan Ketua KPK Terkait Pidato Jokowi

Jumat 16 Agu 2019 15:20 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Christiyaningsih

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Ketua KPK Agus Rahardjo menanggapi pidato Presiden dalam sidang Tahunan MPR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menanggapi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang Tahunan MPR di Gedung DPR/MPR pada Jumat (16/8) hari ini.  Dalam Sidang Tahunan MPR 2019, Presiden Jokowi menyatakan keberhasilan penegakan hukum bukan hanya dari penindakan tetapi juga dari sisi pencegahan.

"Menurut saya, sudah dijalankan KPK hari ini dan juga yang akan datang," kata Agus dalam pesan singkatnya, Jumat (16/8).

Agus menuturkan dalam penindakan lembaga antirasuah selalu melakukan langkah yang tegas tanpa pandang bulu. Begitu pula dalam hal pencegahan.

"Bahkan dalam hal pencegahan jumlah uang negara yg diselamatkan oleh KPK memang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dirampas dalam penindakan. Nilainya triliunan. Detail angkanya nanti akan dirilis," ujar Agus.

Agus menambahkan KPK juga mendorong dan mendampingi terkait percepatan perubahan tata kelola, manajemen, dan sistem. "Dan dalam waktu yang sama KPK juga mendorong dan mendampingi supaya terjadi percepatan perubahan tata-kelola, manajemen, dan sistem," tutur Agus.

Dalam pidatonya, Jokowi menilai ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM harus diubah termasuk soal pemberantasan korupsi. "Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Namun, juga harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM yang bisa dicegah, serta berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan.

Selain itu, menurut Jokowi manajemen tata kelola serta sistem juga harus terus dibangun. Karena, manajemen tata kelola sangat berperan penting termasuk dalam ukuran kinerja aparat pengawasan dan birokrasi pelaksana.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA