Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Presiden: Tantangan Ekonomi Semakin Berat dan Kompleks

Jumat 16 Aug 2019 15:31 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Karta Raharja Ucu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan ke awak media usai menyambangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan ke awak media usai menyambangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Presiden Jokowi meminta pemangku kepentingan tak lengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tantangan ekonomi Indonesia ke depan akan semakin berat dan kompleks. Karena itu, presiden meminta berbagai pemangku kepentingan tidak lengah meskipun sejumlah capaian sudah diraih.

Jokowi menggambarkan tantangan berat tersebut disebabkan ekonomi dunia yang kini sedang mengalami ketidakpastian. Beberapa pasar berkembang sedang mengalami krisis, dan beberapa negara tengah menghadapi pertumbuhan negatif.

"Kita juga menghadapi tantangan perang dagang," tuturnya saat memberikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Perkembangan perang dagang yang kini mulai meluas kepada perang mata uang (currency wars) juga disebut Jokowi sebagai tantangan. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti yuan Cina dan peso Argentina turut membuat stakeholder harus waspada.

Jokowi menegaskan, seluruh pemangku kepentingan harus melihat peluang dari keterbatasan yang ada. Ia mengajak pemerintah, pengusaha maupun pihak lain untuk jeli dalam melihat kesempatan.

"Kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk Indonesia Maju," ujarnya.

Salah satu kuncinya adalah dengan terus meningkatkan daya saing nasional, dengan bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Jokowi menyebutkan, SDM berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis digital.

Berbagai program pembangunan SDM sudah disiapkan oleh pemerintah guna memastikan bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan. "Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ucap Jokowi.

Ia menilai, Indonesia memiliki modal awal untuk bersaing di tingkat global. Di antaranya jumlah penduduk Indonesia yang menduduki nomor empat terbesar di dunia. Selain itu, sebagian besar penduduk Indonesia berada dalam usia muda. Kelas menengah Indonesia juga tumbuh dengan pesat.

Jokowi optimistis, dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. "Dengan tekad tersebut, tema kebijakan fiskal tahun 2020 adalah APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia," katanya.

Pada penutupan sambutannya, Jokowi mengajak seluruh pihak untuk mulai menggerakkan seluruh sumber daya ekonomi Indonesia guna mewujudkan lompatan-lompatan kemajuan. Ajakan tersebut untuk membuktikan bahwa Indonesia memang layak dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Sekaligus untuk membuktikan kepada dunia bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekaligus memberikan rasa keadilan.

"Kita wujudkan ekonomi Indonesia yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA