Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Mantan Rektor UMP Mendapat Bintang Jasa Utama

Jumat 16 Aug 2019 15:35 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

rektor UMP Syamsuhadi Irsyad

rektor UMP Syamsuhadi Irsyad

Foto: ump.ac.id
Alm Syamsuhadi Irsyad dianggap sebagai pemikir dan penulis manajemen hebat.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Mantan Rektor UMP Almarhum Syamsuhadi Irsyad, mendapat tanda kehormatan dari pemerintah berupa Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan diserahkan Presiden kepada ahli waris almarhum di Istana Negara Jakarta, Kamis (15/8).

''Pemberian tanda jasa kehormatan ini merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK), bersamaan dengan peringatan HUT Ke 74 Kemerdekaan RI,'' ujar Rektor UMP Anjar Nugroho, Jumat (16/8).

Baca Juga

Tanda kehormatan dari Presiden, pada hari yang sama juga diserahkan 28 tokoh nasional lainnya. Bintang jasa yang diberikan berupa Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Naraya, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Naraya. 

Dia menyebutkan, kiprah dan jasa almarhum selama hidup memang luar biasa. Almarhum memulai karir sebagai di hakim di pengadilan agama,  hingga menduduki jabatan tertinggi sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial. Bahkan setelah pensiun, beliau menjabat sebagai Rektor UMP dan mampu menjadikan UMP sebagai perguruan tinggi besar seperti sekarang ini.

''Semasa hidupnya, almarhum memang seorang pemikir dan penulis manajemen hebat. Almarhum mampu menjadi seorang pemimpin yang lebih banyak mendengar daripada memerintah, pemimpin yang banyak mendorong orang untuk mengeluarkan banyak ide kreatif dan melaksanakan idenya sendiri dengan sukarela,'' jelasnya. 

Hal itu dirasakan betul oleh Anjar Nugroho, karena telah mendampingi almarhum di UMP selama 12 tahun. ''Selama delapan tahun menjabat sebagai Wakil Rektor, saya mengerti betul bagaimana sikap pak Syamsuhadi,'' katanya,

Dengan kedudukannya sebagai rektor, kata Anjar, beliau memang dituntut untuk menggerakkan seluruh potensi di universitas agar bisa berkembang semakin besar. Namun dalam melakukannya, sangat jarang memberikan perintah langsung pada bawahannya. 

''Yang dilakukan beliau, adalah memberi kesadaran pada seluruh komponen di UMP untuk bergerak, sehingga kami dalam melakukan sesuatu merasa ringan dan tanpa beban,'' jelasnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA