Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Hong Kong Masih Kisruh, Miliarder Peter Woo 'Jatuh Miskin'

Jumat 16 Agu 2019 11:06 WIB

Rep: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)/ Red: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)

Hong Kong Masih Kisruh, Miliarder Peter Woo 'Jatuh Miskin'. (FOTO: Forbes)

Hong Kong Masih Kisruh, Miliarder Peter Woo 'Jatuh Miskin'. (FOTO: Forbes)

Protes massa pro-demokrasi di Hong Kong masih berlangsung

Protes massa pro-demokrasi di Hong Kong masih berlangsung selama berminggu-minggu. Kejadian itu berpengaruh terhadap kekayaan miliarder asal Hong Kong Peter Woo. Pasalnya, hartanya merosot US$1 miliar atau Rp14,3 triliun. Tentu, itu merupakan kerugian besar baginya.

Peter Woo merupakan orang terkaya di Hong Kong yang menempati posisi ke-8. Atas kerugian yang menimpanya itu, Woo menentang aksi unjuk rasa di Hong Kong yang berkepanjangan. Akibatnya, kini harta kekayaan Woo tersisa sekitar US$11 miliar.

Baca Juga: Selamat Tinggal! Orang Kaya di Hong Kong Kehilangan Status Miliarder

Aksi unjuk rasa di Hong Kong telah berlangsung sekira 10 minggu. Di mana membuat jalan-jalan menjadi ditutup, volatilitas dipasar saham terhambat, dan mengganggu penerbangan di bandara.

Seperti diketahui, protes tersebut dimulai dengan kemarahan massa pada RUU ekstradisi dan berubah menjadi tuntutan untuk kebebasan yang lebih besar. Hong Kong memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem" tapi kebebasan itu dikhawatirkan oleh para aktivis semakin terkikis.

Baca Juga: Protes Masif di Hong Kong, 10 Orang Terkaya Ini Harus Ikhlas Kehilangan Hartanya

Protes ini membuat kekayaan miliarder Hong Kong gonjang-ganjing sehingga banyak dari mereka yang menyerukan pemberhentian aksi protes tersebut.

Selain itu, banyak sekali konglomerat atau orang-orang kaya yang berada di Hong Kong menganjurkan untuk mengakhiri kerusuhan ini. Mereka mengatakan bahwa serangkaian tindakan kekerasan baru-baru ini untuk menentang aturan hukum telah merusak ekonomi Hong Kong dan secara serius mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga negara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA