Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Tes DNA Bukan Hanya untuk Cari Hubungan Keluarga

Jumat 16 Aug 2019 02:00 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Peneliti melakukan simulasi rekayasa genetika pada skema rantai DNA buatan. (ilustrasi)

Peneliti melakukan simulasi rekayasa genetika pada skema rantai DNA buatan. (ilustrasi)

Foto: GIZMODO
Tes DNA juga bermanfaat untuk mendeteksi risiko penyakit dalam gen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengujian asam deoksiribonukleat (DNA) sering dipahami sebagai salah satu prosedur untuk mengetahui riwayat keturunan. Padahal pengujian itu juga bermanfaat untuk mendeteksi risiko penyakit dalam gen.

Setiap individu di dunia terlahir unik karena DNA satu individu dengan individu lain berbeda. DNA merupakan informasi dasar yang mengkode siapa kita. "Jika secara farmakokinetik kita tahu tubuh kita seperti apa, maka kita akan tahu cara terapi yang tepat untuk tubuh,” kata Manajer Laboratorium Genetics Indonesia Erlin Soedarmo di Jakarta, Kamis (15/8).

Erlin yang telah menggeluti bidang genetika selama 30 tahun itu mengatakan pengujian DNA bermanfaat untuk mengetahui kebutuhan vitamin. Uji DNA juga dapat mengetahui kecenderungan metabolisme tubuh yang berbahaya bagi kesehatan dan respons terhadap jenis makanan tertentu.

Pengujian DNA, lanjut Erlin, dapat memberikan rekomendasi gaya hidup sehat meskipun faktor DNA hanyamenentukan sekitar lima persen memunculkan fenotip atau karakter genotik dari organisme metabolisme.

“Selebihnya adalah faktor lingkungan, pola hidup, pola makan, pola olahraga dan lain-lain. Jika kita tahu tubuh kita seperti apa, faktor DNA bisa dikendalikan,” katanya.

Perusahaan bioteknologi Genetics Indonesia menghadirkan layanan pemeriksaan tes genetika berbasis internet bernama DNAku. Pengujian itu diklaim mampu menerjemahkan informasi DNA menjadi profil genetik.

Ada lima ragam pemeriksaan (modul) yang ditawarkan oleh DNAku berupa pemeriksaan kulit, metabolisme, olahraga, nutrisi, dan diet, serta leluhur atau ancestry.

Pemeriksaan kulit berfungsi mengetahui jenis kulit, risiko berbagai jenis kelainan kulit, serta kebutuhan vitamin. Pemeriksaan metabolisme mengetahui kecenderungan metabolisme tubuh yang bisa berbahaya bagi kesehatan dan respons terhadap jenis makanan tertentu.

Pemeriksaan olahraga berguna untuk memahami jenis olahraga yang paling sesuai untuk individu, risiko cedera, dan irama sirkadian. Sedangkan pemeriksaan nutrisi dan diet bermanfaat untuk mengetahui jenis makanan yang berpengaruh besar pada berat badan.

Baca Juga

Pemeriksaan nutrisi dan diet juga dapat memberikan info kecenderungan obesitas dan respons olahraga terhadap berat badan. Pemeriksaan ancestry berguna untuk mengetahui asal muasal leluhur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA