Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Bahan Baku Penyumbang Terbesar Impor pada Juli 2019

Kamis 15 Aug 2019 16:41 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja menggiling kedelai impor untuk diolah menjadi tahu. Kedelai menjadi salah satu bahan baku penyumbang impor pada Juli 2019

Pekerja menggiling kedelai impor untuk diolah menjadi tahu. Kedelai menjadi salah satu bahan baku penyumbang impor pada Juli 2019

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Laju impor bahan baku pada Juli 2019 masih lebih rendah dibanding bulan Juli 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Impor bahan baku dalam neraca perdagangan bulan Juli 2019 tercatat sebesar 11,27 miliar dolar AS atau naik 29,01 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan itu, sekaligus menempatkan impor bahan baku menjadi penyumbang impor terbesar dengan porsi 76,16 persen.

"Dari sisi penggunaan barang, seluruh impor barang naik tinggi. Bahan baku terbesar porsinya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Kamis (15/8).

Suhariyanto, menuturkan, kenaikan impor bahan baku tersebut diharapkan dapat menggerakkan industri dalam negeri yang masih membutuhan bahan penolong dari luar negeri.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahan baku yang mengalami kenaikan tertinggi yakni bahan baku untuk pembuatan ponsel dari China dan Hong Kong. Selain itu, bungkil kedelai dari Brasil dan Argentina untuk kebutuhan pakan ternak serta kapas dan katun dari Amerika Serikat.

Meski demikian, BPS mencatat, laju impor bahan baku pada Juli 2019 masih lebih rendah dibanding bulan Juli 2018. Pada tahun lalu, BPS mencatat impor bahan baku sempat menyentuh angka 13,7 miliar dolar AS. Pemerintah sejak beberapa bulan lalu telah mewanti-wanti penurunan impor bahan baku.

Sebab, hal itu mengindikasikan adanya penurunan kegiatan produksi dari sektor industri pengolahan di Indonesia. "Situasi perekonomian sekarang agak buram dan hampir dialami semua negara," ujarnya.

Ia memaparkan, kendati impor bahan baku memiliki porsi terbesar, secara tren, kenaikan impor terbesar terjadi pada barang modal. BPS mencatat, pada Juli 2019 impor barang modal melonjak hingga 60,73 persen menjadi 2,78 miliar dolar AS. Impor barang modal memiliki porsi 17,92 persen atau kedua terbesar setelah bahan baku.

Suhariyanto mengatakan, impor barang modal terbesar yakni kompresor, electric engine, dan turbin. Adapun untuk barang konsumsi nilainya sebesar 1,46 miliar dolar AS atau naik 42,15 persen dari bulan Juni 2019. Kenaikan tertinggi komoditas barang konsumsi yakni bawang putih, buah-buahan, serta daging sapi beku.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA