Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tiga Masjid Bersejarah di Jepang

Rabu 14 Aug 2019 21:25 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Risa Mizuni, Mualaf asal Jepang saat mengunjungi Masjid Tokyo Camii

Risa Mizuni, Mualaf asal Jepang saat mengunjungi Masjid Tokyo Camii

Foto: muslimahtokyo.com
Tiga masjid ini turut menjadi sentra dakwah Islam di Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam adalah salah satu agama minoritas di Jepang. Populasi Muslim Jepang sekitar 70 ribu orang. Kedatangan Islam di Jepang cukup baru jika dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia. Islam masuk ke Jepang menjelang akhir abad ke-19.

Baca Juga

Salih Mahdi al-Samarrai dalam Islam In Japan History, Spread, and Institutions In The Country menjelaskan, pada era sebelum 1900 atau awal era Ranaisans Jepang dan Utsmaniyah memutuskan membangun hubungan persahabatan.

Dalam hubungan inilah, Wartawan muda Jepang yang bernama Shotaro Noda memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Haleem. Abdul Haleem Noda dianggap sebagai Muslim Jepang pertama.

Migrasi awal Muslim ke negeri sakura ini, berasal dari  sub-Benua India sebelum masa kemerdekaan. Mereka datang ke Jepang pada akhir abad kesembilan belas untuk berdagang dan menetap di Tokyo, Yokohama, dan Kobe. Terdapat beberapa bukti jejak Islam di Jepang, di antaranya masjid.

Berikut tiga masjid warisan Islam di Jepang.

 

Masjid Kobe

Masjid Kobe didirikan pada Oktober 1935 di Kobe dan merupakan masjid pertama di Jepang. Pembangunannya didanai sumbangan yang dikumpulkan Komite Islam Kobe dari 1928 sampai pembukaannya pada 1935.

Masjid yang berlokasi di salah satu daerah wisata paling terkenal  di Kobe ini disita Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada 1943. Namun, masjid dapat kembali berfungsi, bahkan hingga hari ini pasca-Agresi 1945 dan gempa besar Hanshin 1995. 

 

Masjid Nagoya

Masjid yang dibangun pada Januari 1937 ini, dilatarbelakangi adanya beberapa warga Turk Tatar yang bermigrasi dan menetap di Nagoya sekitar 1920-an. Mereka mendirikan sebuah asosiasi yang memiliki dewan pengawas dan direksi.

Masjid Nagoya dibangun dengan desain dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk ibadah dan ada sebuah sekolah untuk anak-anak Turki. Di Masjid ada sekitar 20 anggota Turki yang terlibat dalam Kegiatan Islam di Nagoya pada waktu itu.

Masjid ini sempat luluh lantak akibat Agresi AS pada 14 Mei 1945. Sejak itu dan sampai 1998 tidak ada Masjid yang dibangun di Nagoya. Masjid Nagoya yang sekarang ini didirikan pada 1998. Dan  dibuka pada 24 Juli pada tahun yang sama.

 

Masjid Tokyo Camii

Tokyo Camii merupakan  masjid terbesar di Jepang yang  dibangun dengan gaya khas Utsmaniyah. Camii adalah kata Turki yang berarti masjid jamaah. Masjid ini menjadi masjid utama untuk melaksanakan shalat Jumat. Arsitektur masjid dirancang mirip dengan Masjid Biru (Blue Mosque) yang terkenal di Istanbul.

Semua bahan bangunan dan interior yang digunakan di dalam masjid dibawa dari Turki. Sekitar seratus pengrajin Turki bekerja selama satu tahun untuk membangun masjid ini.ed: nashih nashrullah
 

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA