Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Cerita ASN Kementerian ESDM Patungan Listrik

Rabu 14 Aug 2019 21:23 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Jajaran petinggi Kementerian ESDM dan PLN usai pemasangan instalasi listrik di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, (14/8)

Jajaran petinggi Kementerian ESDM dan PLN usai pemasangan instalasi listrik di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, (14/8)

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Rp 1,8 miliar terkumpul untuk bantu pasang listrik di pelosok.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya cara lain dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM mengadakan patungan agar warga yang tinggal di pedalaman bisa mendapat akses listrik di hari kemerdekaan RI ke-74.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan program berbagi baru dimulai tahun ini. Namun menurutnya sudah mendapat respons tinggi dari para ASN. Ia mengapresiasi kepedulian para ASN terhadap warga yang tak memiliki instalasi listrik sendiri.

"Kami rayakan kemerdekaan dengan cara berbeda, kami sisihkan sedikit penghasilan kami untuk berbagi. Dari kepedulian sosial ini terkumpul 1,8 miliar," katanya saat menghadiri penyerahan bantuan sambungan listrik gratis di Desa Sonrean, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (14/8).

Uang dengan angka fantastis itu terkumpul dari ASN Kementerian ESDM hanya dalam waktu sekitar tiga pekan saja. Rida menyebut seluruh ASN turut serta menyumbang, bahkan termasuk menterinya hingga staf.

"Kami kumpulkan 1,8 miliar dalam 3 minggu. Ini amanah orang yang ingin berbagi, tolong listrik disini nyala semua tanggal 17 Agustus. Jadi Kemerdekaan dari kegelapan," ujarnya.

Ia optimistis masuknya listrik PLN ke suatu wilayah bakal berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Diantaranya dengan terbukanya peluang usaha masyarakat yang menggunakan listrik.

"Anak-anak juga bisa belajar waktu malam jadi lebih mudah tidak harus pakai lampu minyak," sebutnya.

Sambungan listrik gratis ini disalurkan ke 2.500 RT. Rinciannya 1.250 RT di NTT dan 1.250 RT di NTB. Sebaran wilayah NTT yang menerima bantuan sambungan gratis meliputi Kabupaten Kupang 297 rumah, Kabupaten Alor 70 rumah, Kabupaten Sikka 412 rumah, Kabupaten Flores Timur 19 rumah, Kabupaten Lembata 202 rumah yang direncanakan selesai pada 16 Agustus 2019. Selain itu tambahan 250 rumah di Sumba akan dilakukan di akhir bulan Agustus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA