Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Tim KKN UIN Suka Buat Kode QR untuk Tanaman di Nglanggeran

Rabu 14 Aug 2019 16:10 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih

Pengunjung mencoba melakukan scan terhadap tanaman yang ada  di tempat wisata Gunung Api Purba (GAP), Nglanggeran, Gunungkidul, DIY.

Pengunjung mencoba melakukan scan terhadap tanaman yang ada di tempat wisata Gunung Api Purba (GAP), Nglanggeran, Gunungkidul, DIY.

Foto: Dok Humas UIN Suka
Kode QR ini akan mempermudah wisatawan untuk mengetahui nama-nama tanaman.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuat kode QR untuk tanaman besar dan tanaman unik di tempat wisata Gunung Api Purba (GAP), Nglanggeran, Gunungkidul, DIY. Kode QR ini akan mempermudah wisatawan untuk mengetahui nama-nama tanaman.

Baca Juga

“QR code ini bisa menjadi informasi akurat bagi para wisatawan, untuk mengetahui nama-nama tanaman baik dalam nama yang memasyarakat maupun nama ilmiahnya, serta manfaatnya," kata Ketua KKN Tematik 99 UIN Suka, Shalahudin al-Ayyubi, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (13/8).

Ia menjelaskan, cara menggunakannya sangat sederhana yakni dengan melakukan pemindaian terhadap kode QR yang telah disediakan di depan tiap-tiap tanaman. Setelah dipindai, akan muncul informasi soal tanaman tersebut.

“Kita tinggal scan, QR yang di depan tanaman itu. Kita kasih papan, agar masyarakat bisa enak. Oh, jadi ini tanaman ini, informasinya begini-begini, seperti itu,” ucap dia.

Ayyub bersama 29 Tim KKN lainnya, berhasil mengidentifikasi sekitar 102 tanaman dalam kurun waktu dua pekan. Kriteria tanaman yang difokuskan untuk kode QR saat ini yakni tanaman besar, tanaman yang ada di tempat peristirahatan dan tanaman unik.

"Ada sekitar 20-an yang dipasang, QR code di pasang pada  tanaman-tanaman yang  besar kaya nangka biar terlihat jelas oleh wisatawan. Juga dipasang dekat tempat peristirahatan dan tanaman yang  langka, seperti Fagraea ceylanica,” lanjut Ayyub.

Selain kode QR, ada lima program kerja (proker) lain untuk mengembangkan wisata edukasi di Nglanggeran. Kelimanya yakni Herbarium Corner, Website, Video Dokumenter, Booklet, dan Infografis.

Ayyub berharap karya-karya KKN Tematik UIN Suka ini dapat dikembangkan menjadi suatu tempat wisata edukasi. Tentunya, akan memberikan wawasan yang luas kepada pengunjung.

“Semoga semua tanaman selama masa KKN ini selesai diberi QR code," ujar Ayyub.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA