Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

PLN Listriki 8 Desa di Kabupaten Kepulauan Yapen

Ahad 11 Aug 2019 18:06 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

PLN meresmikan delapan desa baru berlistrik di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (8/8).

PLN meresmikan delapan desa baru berlistrik di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (8/8).

Foto: Pln
PLN menginvestasikan 2 unit pembangkit diesel dengan kapasitas 100 kVA dan 50 kVA .

REPUBLIKA.CO.ID, SERUI -- Jelang HUT ke 74 Republik Indonesia, PLN meresmikan delapan desa baru berlistrik di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (8/8). Desa-desa tersebut adalah desa Kurudu, Kayupuri, Andesaria, Manusundu, Manukwar, Kirimbi, Mansesi dan Doreamini.

Baca Juga

Delapan desa baru ini menambah jumlah desa berlistrik untuk tahun 2019 menjadi 160 dari total target 340 desa. Untuk menjangkau desa tersebut, diperlukan waktu sekitar 3,5 jam perjalanan laut dari Serui menggunakan speedboat.

Ini merupakan bagian rencana program Listrik Desa Tahun 2019 dari PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B). PLN menginvestasikan 2 unit pembangkit bertenaga diesel dengan kapasitas masing-masing 100 kVA dan 50 kVA .

 "Ini merupakan komitmen PLN untuk menerangi seluruh pulau di wilayah Papua dan Papua Barat," ujar General Manager PLN IUWP2B, J. A. Ari Dartomo.

Dalam upaya melistriki seluruh pulau berpenghuni di Papua dan Papua Barat diperlukan perencanaan yang matang agar pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

"Akhirnya setelah 74 tahun Indonesia merdeka, desa Kurudu dan desa lainnya dapat menikmati listrik," ucap dia.

Sementara untuk saat ini potensi pelanggan di delapan desa tersebut mencapai 341 pelanggan. Tahap awal PLN akan melayani 6 jam nyala setiap harinya. Jam nyala tersebut nantinya akan bertambah menyesuaikan kebutuhan serta kapasitas pembangkit.

"Terima kasih sebesar-sebesarnya kepada PLN Papua dan Papua Barat atas kerja kerasnya sehingga listrik di sini (Kurudu) sudah bisa menyala," ungkap Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA