Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Wimboh Santoso Lantik Kepala OJK Solo

Rabu 14 Agu 2019 03:48 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolanda

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melantik Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, di pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Selasa (13/8).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melantik Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, di pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Selasa (13/8).

Foto: Republika/Binti Sholikah
Kepala OJK Solo baru diharapkan menggalang sinergi mengembangkan potensi daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso melantik Eko Yunianto sebagai Kepala OJK Solo, Selasa (13/8). Pelantikand dilaksanakan di pendopo Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung. 

Eko Yunianto menjadi Kepala OJK Solo yang sebelumnya dijabat oleh Laksono Dwionggo. Sebelumnya, Eko bertugas di OJK Kalimantan Tengah. Sedangkan Laksono dipindah tugas di OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY. 

Baca Juga

Wimboh berharap, Kepala OJK yang baru saja dilantik bisa menggalang sinergi dengan Pemerintah Daerah, kalangan pengusaha, serta stakeholder lainnya di daerah. 

"Bukan hanya itu. Tapi yang lebih penting bagaimana ada pengembangan potensi daerah untuk bisa menyerap tenaga kerja atau proyek-proyek yang orientasi ekspor atau yang mendatangkan turis dari luar negeri atau bisa menarik wisata. Ini yang harus dilakukan," terang Wimboh kepada wartawan seusai acara. 

Pengembangan potensi daerah tersebut dimulai dengan sinergi. Menurutnya, OJK telah melakukan identifikasi potensi di Solo dan sekitarnya, paling besar yakni sektor pariwisata. Sektor tersebut bisa mengangkat pengrajin, industri kuliner, tekstil, dan sebagainya. Potensi tersebut diminta terus dikembangkan karena akan menarik pertumbuhan sektor lainnya. Diharapkan konsumsi akan naik, kredit akan tumbuh, dan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). 

Selain itu, OJK diharapkan mendorong hilirisasi industri yang selama ini bahan mentah yang dijual nantinya dibuat produk setengah jadi atau produk jadi. Tugas lainnya, melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat. 

"Kalau bisa dilakukan akan luar biasa. Masyarakat Solo bisa berkembang pendapatannya, pengangguran berkurang dan PAD akan naik," harap Wimboh. 

Sementara itu, Eko Yunianto, menyatakan, akan selalu meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Pemda dan para stakeholder di daerah agar pertumbuhan ekonomi dan keuangan dapat mendukung perkembangan ekonomi di Solo Raya. Dia akan memilah dan memetakan permasalahan dan potensi di Solo kemudian menentukan prioritas kerja. 

"Kami ingin agar pertumbuhan di Solo Raya lebih cepat kagi. Karena infrastruktur sudah mendukung. Kami akan mendorong investasi, mempertemukan Kadin dengan Pemda untuk merealisasikan tujuan itu. Potensi di Solo cukup besar, pariwisata juga besar," ucap Eko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA