Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Esensi Ibadah Haji; Membangun Kedekatan dengan Pencipta

Senin 12 Aug 2019 05:34 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Jamaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara  berwukuf di tempat ini sebagai salah satu syarat sah berhaji.

Jamaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara berwukuf di tempat ini sebagai salah satu syarat sah berhaji.

Foto: Amr Nabil/AP
Ibadah haji juga merupakan momentum persatuan umat.

REPUBLIKA.CO.ID, Puncak haji 1440 H dilaksanakan pada 10 Agustus 2019. Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia memusatkan kegiatan di Arafah, Mudzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tak terbayang suasana sesak di tengah lautan manusia.

Meski demikian, hal itu tak mengurangi semangat beribadah sebab berada dalam kondisi yang sedekah-dekatnya dengan Tanah Suci yang diberkahi Allah SWT. Ya, ibadah dari rukun Islam kelima ini memang mengandung esensi mendalam.

Tentunya bukan sekadar safari religi mengunjungi Baitullah melainkan membangun kedekatan iman lebih erat dengan Sang Pencipta. Selain itu, ibadah haji juga merupakan momentum persatuan umat.

Meneladani setiap jejak bijak dari berbagai sikap dan karakter manusia yang berkumpul menjadi satu di sana. Mampu bersikap tertib di tengah jutaan manusia. Semua itu karena persatuan, ukhuwah Islamiyah. Bukankah sebaiknya itu juga terjadi di negeri ini?

PENGIRIM: Ilmi Mumtahanah, Konawe, Sulawesi Tenggara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA