Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Survei BI: Penjualan Eceran Juni 2019 Turun

Ahad 11 Aug 2019 13:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Elba Damhuri

Bank Indonesia (BI): Seorang melintas didekat logo Bank Indonesia Jakarta, Kamis (21/2).

Bank Indonesia (BI): Seorang melintas didekat logo Bank Indonesia Jakarta, Kamis (21/2).

Foto: Republika/Prayogi
Penurunan ini sejalan dengan kembali normalnya pola konsumsi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Survei Bank Indonesia (BI) mencatat tingkat penjualan eceran pada Juni 2019 mengalami penurunan. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni sebesar 233,6 persen atau turun 1,8 persen secara tahunan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan Indeks Penjualan Riil pada bulan sebelumnya masih tumbuh 7,7 persen pada level 249,8. “Penurunan ini sejalan dengan kembali normalnya pola konsumsi masyarakat pasca-bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri,” kata Onny dalam keterangan tulis, Ahad (11/8).

Menurut dia, penurunan terjadi terutama pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok barang budaya dan rekreasi. Tercatat, IPR kelompok bahan bakar kendaraan bermotor turun 10,9 persen menjadi 76,1. Lalu, IPR kelompok barang budaya dan rekreasi kontraksi 8,8 persen menjadi 112,9.

Secara regional, penurunan penjualan eceran terjadi di sebagian besar kota yang disurvei BI. Beberapa di antaranya Semarang dengan IPR yang minus 12,4 persen, Medan (-12,2 persen), Bandung (-8,3 persen), dan Denpasar (-3,3 persen).

“Penjualan eceran diperkirakan kembali tumbuh positif pada Juli 2019 antara lain didorong oleh tahun ajaran baru sekolah,” jelas Ony.

Kondisi tersebut, lanjut Onny, diindikasikan oleh IPR Juli yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen secara tahunan menjadi dari 216 menjadi 221. Peningkatan penjualan eceran pada Juli 2019 diperkirakan ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang IPR-nya tumbuh 24 persen; perlengkapan rumah tangga lainnya (7,1 persen); dan makanan, minuman dan tembakau (1,5 persen).

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (September 2019) diramal akan menurun. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang sebesar 131,4 atau merosot dibandingkan dengan 138,3 pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA