Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

PDIP Matangkan Pilkada 2020 dan Pilpres 2024

Sabtu 10 Aug 2019 00:53 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Penari menampilkan Tari Pendet pada pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (8/8/2019).

Penari menampilkan Tari Pendet pada pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (8/8/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
PDIP mengincar 50 persen menang pada Pilkada 2020, dan 147 kursi pada Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Denpasar, Bali, telah menginjak hari kedua. Sejumlah bahasan pun didiskusikan melalui rapat lima komisi di Hotel Grand Inna Bali Beach pada Jumat (9/8).

Salah satu yang dibicarakan adalah terkait persiapan Pilkada 2020 dan 2024. Pimpinan Sidang Komisi IV Kongres V PDIP Arif Wibowo mengatakan, partai berlogo banteng moncong putih itu mengincar kemenangan paling sedikit 50 persen di Pilkada 2020 nanti.

"Kalau pilkada, sekurang-kurangnya 50 persen," kata Arif Wibowo di Denpasar, Bali di sela-sela rapat sidang Komisi. Dia mengatakan, persiapan perlu dilakukan mengingat pilkada 2020 dilakukan serentak di 270 Kabupaten/Kota.

Baca Juga

Sementara target partai dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 adalah minimal mendapatkan 147 kursi di parlemen. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan perolehan kursi partai pada Pileg 2019 sebanyak 128 kursi atau mengantongi sekitar 22,3 persen suara.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu sebagai pemenang Pileg 2019 lalu. Perolehan kursi mereka diikuti oleh Golkar dengan 85 kursi atau 14,8 persen suara dan Gerindra yang mendapatkan 78 kursi atau sekitat 13,6 persen suara.

Mantan kepala badan saksi pemilu nasional DPP PDIP itu mengatakan, partainya akan mengandalkan tiga langkah untuk mencapai target dalam Pilkada dan Pileg nanti. Dia melanjutkan, partai akan mengutamakan kegotongroyongan tiga pilar partai.

Anggota Komisi II DPR RI itu menjelaskan, PDIP akan menyinergikan daerah-daerah yang memiliki bupati serta legislatifnya kuat dengan struktur partai. Partai, dia meneruskan, juga akan bekerja tidak hanya nanti saat masa kampanye tetapi juga dimulai dari sedini mungkin.

PDIP, dia mengungkapkan, akan segera memulai mengorganisir rakyat sambil mengambil kebijakan rakyat. Kemudian dia melanjutkan, partai berencana untuk membentuk komunitas-komunitas juang.

"Itu menjadi upaya yang harus dilakukan oleh jajaran partai, baik mereka yang berada di legislatif eksekutif maupun struktur partai," katanya.

Disaat yang bersamaan, dia mengungkapkan, Komisi IV Kongres V PDIP juga melahirkan rekomendasi terkait pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilkada 2020 serentak. Dia mengatakan, PDIP sepakat terkait pelaksanaan Pilakda 2020 dilakukan secara serentak.

Namun, dia melanjutkan, partai merekomendasikan agar dilakukan perubahan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024. PDIP, dia mengungkapkan, akan mendorong supaya perhelatan Pemilu presiden dengan Pemilu DPD, dan DPR/DPRD Kabupaten/Kota dipisah.

"Pemisahan itu berbasis pada, kalau presiden dan DPR itu kan berbasis pada aspek perorangan, DPD perorangan, presiden juga perorangan. Nah kalau legislatif, itu aspek kepartaian," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA