Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

3 Lembaga Islam Palestina Serukan Umat Shalat Id di Al-Aqsha

Jumat 09 Aug 2019 21:31 WIB

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi shalat di Kompleks Masjid al-Aqsha

Ilustrasi shalat di Kompleks Masjid al-Aqsha

Foto: Ammar Awad/Reuters
Seruan shalat di Masjid al-Aqsha untuk melawan arogansi Yahudi fanatik.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Komisi Tinggi Islam (HIC) di Yerusalem, Dewan Wakaf dan Urusan Islam hingga Dewan Tertinggi Fatwa yakni sebuah badan Islam yang berbasis di Yerusalem Timur meminta semua umat Islam untuk menutup sementara masjid di sekitar kota saat pelaksanaan Idul Adha. 

Badan-badan Islam itu menyerukan agar umat Islam berbondong-bondong berangkat ke Masjid al-Aqsha untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Selain itu juga untuk merespons kelompok Yahudi yang berupaya mencegah muslim memasuki masjid al-Aqsha.   

Baca Juga

“Tiga badan Islam dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini menekankan perlunya umat Islam untuk menuju Masjid al-Aqsha pada Ahad nanti, dalam menanggapi panggilan yang dibuat kelompok-kelompok Yahudi, yang dikenal sebagai 'Temple Mount', untuk mencegah Muslim memasuki masjid,” seperti dilansir Kantor Berita Wafa pada Jum'at (9/8).  

Beberapa hari lalu ketegangan sempat terjadi di Masjid al-Aqsha setelah sekelompok fanatik Yahudi melakukan ritual menari dan menyanyi Yahudi saat melintasi alun-alun al-Haram as-Syarif atau tempat suci. Hal itu disampaikan langsung pejabat Departemen Wakaf Islam yang juga bertanggung jawab terhadap situs Islam di Yerusalem, Firas Al Dibs.  

Kelompok-kelompok agama garis keras Yahudi juga telah meminta pengikut mereka untuk berdatangan dan masuk ke Masjid al-Aqsa pada Ahad nanti. Di mana hari itu merupakan  hari libur Idul Adha, salah satu hari libur paling penting dalam Islam yang bertepatan dengan ibadah haji di Makkah. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA