Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Artis Kenamaan tak Layak Jadi Panutan

Jumat 09 Aug 2019 19:21 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Artis yang juga tersangka penyalahgunaan narkoba Jefri Nichol usai memberikan keterangan pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Artis yang juga tersangka penyalahgunaan narkoba Jefri Nichol usai memberikan keterangan pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Panutan yang layak bagi seorang muslim hanyalah Rasulullah SAW dan sahabat

"Atas nama rindu kutulis sebuah pengakuan mewakili suara yang tak pernah mampu kuucapkan. Bahwa aku mencintaimu."

Baca Juga

Begitu cuplikan dialog dalam film terkenal "Dear Nathan" yang dibintangi oleh artis berparas tampan Jefri Nichol. Artis ini, begitu bersemayam di hati kawula muda maupun tua. Tak heran jika namanya tenar seantero negeri ini.

Selayaknya seorang artis, pemuda yang juga pernah membintangi film "Jailangkug" ini memiliki banyak penggemar, selain itu juga menjadi panutan fans-nya. Dari gaya fesyen , gaya hidup, hingga tingkah lakunya.

Sayang dunia artis dirudung kabar yang tidak mengenakkan. Sang artis idola, tersandung kasus narkoba. Artis yang juga menjadi pemain  film  'A, Aku Cinta dan Benci' ini, tertangkap atas kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba. Barang bukti yang diamankan narkoba jenis ganja sebanyak 6,01 gram.

Hal ini membuat publik cukup tercengang. Dan tak mengherankan bagi para fans, ini merupakan pukulan keras. Bagaimana tidak? Sang artis yang diidolakan siang dan malam menjadi pujaannya, musti tertangkap tangan dengan kasus narkoba.

Tapi masyarakat secara umum, tidak cukup membuka mata akan fakta kerusakan seperti ini. Kondisi secara umum, justru seolah menjadi 'asam garam' yang  setiap hari menjadi menu di meja makan. Kasus yang menimpa artis sebenarnya tidak hanya kali ini saja.

Banyak artis lain yang juga mengalami hal yang sama dalam waktu berdekatan. Seperti merebak kabar tertangkapnya artis dunia hiburan yang terkenal dengan nama Nunung Srimulat (56) dengan kasus  penggunaan narkoba jenis sabu.

Banyak deretan artis ternama yang terseret kasus narkoba, harusnya menjadi pelajaran bagi seluruh fans khususnya dan masyarakat pada umumnya. Karena pada faktanya artis tidak dapat lagi dijadikan panutan bagi masyarakat. Perilaku masyarakat secara umum, menganut perilaku artis yang diidolakannya. Atau bahkan bukan idolanya saja, mereka juga menganut dan menggandrunginya. Tidak hanya menganut perilaku saja, akan tetapi sampai pada pemikirannya.

Mengapa hal ini terjadi di masyarakat? Yang pertama dikarenakan secara individu masih memiliki keimanan yang lemah. Ini mengakibatkan seseorang salah dalam menjadikan orang lain sebagai idolanya. Ditambah lagi dengan orang atau artis yang menjadi idolanya berperilaku yang jauh dari pengetahuan dan pemahaman agama. Jadilah perilaku yang menyimpang tetap dijadikan contoh/panutan.

Yang berikutnya adalah pengaruh lingkungan yang buruk. Mulai dari keluarga hingga masyarakat secara luas, untuk saat ini, tidak ada lagi kontrol untuk memperhatikan individu-individu di dalamnya. Masyarakat cenderung berperilaku individual. Dalam perilaku mereka juga tidak jauh dari mencontoh/berkiblat pada artis. Yang notabene mereka sesungguhnya tidak bisa dijadikan contoh/panutan secara keseluruhan. Masalah yang terjadi adalah deretan artis yang berperilaku buruk yang justru menjadi idola dan banyak penggemarnya. Maka lengkap sudah kondisi yang memperburuk pola pikir dan perilaku masyarakat secara luas.

Di ranahnya negara, tidak adanya pendidikan yang luas mulai dari individu hingga masyarakat berkenaan dengan ketaatan kepada Sang Pencipta. Penguatan akidah juga tidak ada perhatian dari pemerintah. Masyarakat dibiarkan berperilaku sesuai keinginan masing-masing. Kuatnya iman sebenarnya juga akan mempengaruhi kehidupan. Pola pikir dan sikap manusia akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan iman mereka.

Sisi lain yang dilalaikan adalah lemahnya sistem hukum. Bagi penyalahguna narkoba hendaknya diberi hukuman yang memberi efek jera. Sehingga pelaku maupun para penganutnya akan berpikir seribu kali untuk melakukan perbuatan yang sama.

Sayang memang, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun narkoba seperti lautan. Menenggelamkan artis dan masyarakatnya menjadi penikmat benda haram ini. Maka mustinya yang menjadi suri tauladan bukanlah arti kenamaan, tapi Rasulullah dan para sahabat dan sahabiyah yang layak jadi panutan.

Wallahu alam bisawab

Pengirim: Sunarti, bidan asal Desa Sidorejo Kabupaten Ngawi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA