Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Sidang Pileg, KPU: Pemilu Diakui Berjalan Baik

Jumat 09 Aug 2019 13:54 WIB

Red: Ratna Puspita

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting sebagai termohon berdiskusi dengan salah satu anggota tim kuasa hukum KPU di sela sidang putusan akhir untuk perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 di Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting sebagai termohon berdiskusi dengan salah satu anggota tim kuasa hukum KPU di sela sidang putusan akhir untuk perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 di Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Indikator pemilu berjalan baik, di antaranya minim perkara yang dikabulkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum Evi Novida Ginting Manik menyatakan proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) sudah diakui berjalan dengan baik dan benar. Menurut Evi, minimnya perkara yang dikabulkan oleh Mahkamah menjadi salah satu indikatornya.

Hal itu dikatakan Evi usai pembacaan putusan perkara sengketa hasil Pileg 2019 termin pertama pada hari keempat oleh sembilan Majelis Hakim Konstitusi. "Secara keseluruhan proses penyelenggaraan pemilu tidak ada masalah, sudah diakui berjalan dengan baik dan benar," ujar Evi di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat (9/8).

Berdasarkan sepuluh perkara yang dikabulkan sebagian oleh Mahkamah seperti perintah penghitungan surat suara ulang di sejumlah daerah, Evi menyebutkan sebagian perintah tersebut didasari karena bukti yang tidak diyakini oleh Mahkamah sehingga perlu hitung surat suara ulang. Evi menilai perkara yang dikabulkan oleh Mahkamah pada sengketa hasil Pileg 2019 jumlahnya lebih sedikit dibandingka pada Pemilu 2014.

Baca Juga

"Kita juga tidak mau berpuas diri, meskipun tentu itu (sepuluh perkara dikabulkan sebagian) adalah jumlah yang sangat kecil dibanding Pemilu sebelumnya," ujar Evi.

Ia mengatakan minimnya perkara yang dikabulkan oleh Mahkamah menjadi salah satu bukti dan indikator sebagian besar jajaran penyelenggara Pemilu di daerah sudah memahami dan bisa menjaga integritas serta independensi, sehingga dapat bekerja secara jujur dan adil.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA