Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Membangun Sinergi Kampus dengan Industri Media

Kamis 08 Aug 2019 17:22 WIB

Red: Hiru Muhammad

Tampak suasana diskusi antara kampus dan industri media di kampus Esa Unggul Kebon Jeruk, Rabu (7/8)

Tampak suasana diskusi antara kampus dan industri media di kampus Esa Unggul Kebon Jeruk, Rabu (7/8)

Foto: dok fikom
Kerjasama ini diharapkan dapat membentuk link and match antara kampus dengan industri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sinergi antara dunia kampus dan industri di era digital saat ini menjadi suatu yang mutlak. Khususnya dalam mempersiapkan lulusan siap pakai yang dibutuhkan dunia industri. Keberhasilan hal itu tidak terlepas dari kesesuaian materi pendidikan atau kurikulum di perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar. 

Dekan fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Dr Halomoan Harahap menilai sinergi ini merupakan kerjasama antara perguruan tinggi dan industri terkait  sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa.

Diharapkan kelak dapat menjadi bekal mereka saat memasuki dunia pekerjaan yang dinamis. "Mereka bisa memberikan kesempatan magang sehingga terjadi link and match yang baik antara industri dan kampus," katanya, Rabu (7/8) usai penandatanganan kerjasama dengan grup Kompas Gramedia. 

Selama ini pihaknya telah berupaya menjalin kerjasama dengan sejumlah  perusahaan media terkemuka di Jakarta. Kerjasama itu bisa berupa kunjungan ke perusahaan media, pelatihan, magang hingga penempatan tenaga lulusan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas lulusan siap pakai dan daya saing kampus khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi media yang begitu cepat. 

Saat ini fakultas Komunikasi Universitas Esa Unggul telah memiliki empat konsentrasi bidang. Yakni, penyiaran, komunikasi pemasaran, kehumasan dan jurnalistik. Keempat jurusan tersebut saat ini banyak dinimati dunia pekerjaan, khususnya yang terkait dengan bisnis media maupun komunikasi.   

Sigit Wibisono, Head of Business Grid Network Kompas Gramedia menilai kebutuhan pasar media saat ini sudah mengarah kepada tren digital. Penggunaan media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan sudah berkembang menjadi bisnis yang modern.

Karena itu muatan materi pendidikan di perguruan tinggi yang mengacu kepada tren digital akan sangat disukai industri. "Keempat konsentrasi bidang yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan pasar, tinggal penambahan materi yang terkait dengan digital seperti SEO yang perlu ditambah," katanya.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA