Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Kemendes Genjot Perkembangan Prukades

Kamis 08 Agu 2019 11:50 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Rapat Koordinasi Strategi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Komoditas Jagung, di Hotel TC Damhil UNG Gorontalo, Rabu (7/8).

Rapat Koordinasi Strategi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Komoditas Jagung, di Hotel TC Damhil UNG Gorontalo, Rabu (7/8).

Foto: kemendes
Untuk bisa memiliki Prukades, peran BUMDes harus diperkuat terlebih dahulu.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO - Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) makin digenjot pemerintah. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong pemerintah daerah untuk fokus mengembangkan produk unggulannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUMDes Bersama.

Baca Juga

Ketua Tim Advisor Mendes PDTT, Haryono Suyono mengatakan dalam program Prukades perlu komitmen bersama dari pengembangan BUMDes, kemudian BUMDes Bersama, selanjutnya Prukades.

"BUMDes di Gorontalo ini sudah tumbuh tapi masih jarang. Bangun BUMDes untuk jagung, karena untuk menuju Prukades, awalnya harus dibangun dulu BUMDes," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Strategi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Komoditas Jagung, di Hotel TC Damhil UNG Gorontalo, Rabu (7/8).

Haryono menyampaikan hingga saat ini BUMDes sedang dikembangkan melalui akademi desa 4.0 untuk dijadikan tempat belajar dan pelatihan-pelatihan BUMDes. Selain itu, menurtnya untuk pengembangannya perlu melakukan studi banding.

"BUMDes bisa maju dengan produk makanan lokal, pengelolaan penitipan anak, pengembangan wisata, olah limbah dan sampah, jualan online, nah BUMDes-BUMDes yang berhasil itu kasih penghargaan. Gorontalo bisa bangkit dengan BUMDes dan Prukadesnya," ucap dia.

photo

Rapat Koordinasi Strategi Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Komoditas Jagung, di Hotel TC Damhil UNG Gorontalo, Rabu (7/8).

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Bone Bolango Hamim Pou menyambut positif rakor/diskusi ini karena dalam rangka memaksimalkan potensi desa yang disambungkan ke BUMDes tapi tidak cukup sekedar modal namun penguatan kelembagaan, penguatan SDM sebagai pengelola aset-aset tersebut. Dia mengatakan Kabupaten Bone fokus di bidang pertanian, peternakan dan sektor pariwisata.

"Contoh wisata hiu paus, punya taman laut, hutan taman nasional, kalau dikelola dengan baik, kelompok sadar wisata memanfaatkan BUMDes di desa masing-masing maka akan meningkatkan perbaikan pendapatan masyarakt. Kita coba hal-hal baru yg menjadi kekuatan di desa masing-masing," terangnya.

Ia menjelaskan, tahun ini lima Fakultas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dipindahkan ke Bone Bolango. Menurutnya, ini potensi besar yang bisa dikolaborasikan dengan BUMDes seperti pengolahan sampah, air bersih.

"BUMDes di sini masih bintang satu, bintang dua, masih perlu banyak kolaborasi untuk jadi bintang empat atau lima," ujar dia.

Terkait Prukades ia mengatakan daerahnya memiliki beberapa produk unggulan seperti kopi, gula aren, dan beberapa kecamatan fokus pada jagung yang secara tradisi menjadi pekerjaan tetap masyarakat Gorontalo.

"10 ribu hektar area jagung, 40-50ribu ton tiap tahunnya. Jagung jadi prukades juga, mereka bergabung dan kolaborasi untuk pengembangan jagung. BUMDes-BUMDes sudah punya jagung kerjasama BUMDes antar desa untuk meningkatkan pendapatan petani jagung," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Negeri Gorontalo Mahludin H Baruwadi mengatakan industri berbahan baku jagung yang sesuai dengan kawasan perdesaan adalah industri rumah tangga dengan fokus pada pengolahan hasil.

"Inovasi yang dilakukan UNG yaitu melakukan penelitian produk-produk dari bahan jagung, kripik jagung, permen jagung, namun masih terkendala masalah permodalan," terangnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Sub Dir Pengembangan Ekonomi Desa Febrian Alyuswar mengatakan dalam kelembagaan BUMDes, sinergisitas antara BUMDes dan desa jadi kunci sukses.

"Buka kerjasama dengan Universitas Negeri Gorontalo untuk pendampingan terhadap BUMDes. Dan Bone Bolango direkomendasikan dapat bantuan. Kami punya namanya bantuan PIID-PEL pilot inkubasi inovasi desa dengan dana maksimal Rp 1,5 miliar," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA