Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Promotor Westlife Akui tak Bisa Menyenangkan Semua Orang

Kamis 08 Aug 2019 09:40 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah penonton mengantre untuk menonton boyband Westlife pada konser Westlife-The Twenty Tour 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (6/8).

Sejumlah penonton mengantre untuk menonton boyband Westlife pada konser Westlife-The Twenty Tour 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Selasa (6/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penonton ramai mengkritik promotor Westlife karena faktor ketidaknyamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Warganet menyerbu akun Instagram promotor konser Westlife di Indonesia, Full Color Entertainment setelah konser pertama vokal asal Irlandia itu dilangsungkan pada Selasa (6/8). Mereka memprotes perihal ketidaknyamanan penonton akibat bangku penonton dan ukuran panggung yang dinilai terlalu kecil.

Managing Director Full Color Entertainment, David Ananda mengatakan panggung yang diadakan pada konser yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, itu dibuat atas standard riders yang diberikan oleh pihak manajemen Westlife.

“Panggungnya standar dari Inggris. Jadi kita tidak bisa utak-atik lagi. Patokan dan riders dari Westlife itu memang sudah seperti itu. Kita hanya tinggal mengikuti saja. Kita bikin sesuai dengan manajemen Westlife,” ungkap David saat konferensi pers di ICE BSD, sesaat sebelum show kedua berlangsung, Rabu (7/8).

David menuturkan, meskipun riders dari Westlife sangat membutuhkan produksi yang sangat mahal, namun dia mengklaim hampir 98 persen permintaan telah dipenuhi. Dia pun menambahkan layar LCD di kanan dan kiri panggung sebagai tambahan dua layar LCD yang telah ada di sisi kanan dan kiri panggung.

Hal itu dilakukan untuk menambah pemandangan bagi penonton yang berada di bagian Platinum, yaitu sisi kanan dan kiri panggung. Sebelumnya, banyak warganet yang mengemukakan kekecewaannya lantaran bagian Platinum tak mendapatkan pandangan yang leluasa dan mereka harus menengok ke arah kanan dan kiri agar bisa melihat langsung idola mereka bernyanyi di panggung.

Perihal kritik penonton yang ada di Platinum, dia menuturkan kondisi itu memang adanya demikian. “Kalau Platinum memang demikian ada di sisi kanan dan kiri panggung. Itu sudah tertera di layout kita,” kata dia.

Meskipun demikian, dia tak tinggal diam. Selain menambahkan layar LCD di sisi kanan dan kiri panggung, pada konser yang kedua Rabu (7/8) malam dia juga sedikit menggeser kursi yang tersedia agar penonton bisa menonton lebih leluasa.

Dengan segala upaya yang telah dia lakukan berdasarkan pengalaman pada konser hari pertama, dia yang baru memiliki pengalaman menggelar konser pertama kali di ICE BSD, Tangerang, menuturkan bahwa dia tidak bisa menyenangkan semua orang. Akan tetapi, paling tidak, 98 persen dari penonton bisa puas dengan konser yang dia sajikan.

David juga menyebut, Westlife sangat senang bisa mengadakan konser di Indonesia. “Mereka senang banget sama fan di Indonesia. Sebab, kata mereka, mereka itu paling banyak didengar  di Spotify dan Youtube itu ya dari penggemar-penggemar dari Indonesia,” ungkap David.

Westlife telah melaksanakan konsernya di Jakarta pada Selasa (6/8) dan Rabu (7/8). Keempat personel grup vokal pelantun tembang ‘My Love’ itu akan kembali ke Indonesia untuk konser di Kota Palembang, Kota Semarang, dan Candi Borobudur Kabupaten Magelang.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA