Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

PKB: Jumlah Menteri untuk Parpol Belum Ditentukan

Rabu 07 Agu 2019 19:03 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Karding mengatakan partai politik baru mengusulkan nama-nama untuk kandidat menteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut jumlah dan posisi menteri untuk partai politik pada pemerintahan 2019-2024 belum ditentukan oleh Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). "Belum (ditentukan), tidah tahu saya belum dengar," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, Rabu (7/8).

Baca Juga

Karding mengakui adanya nama-nama yang diusulkan sejumlah parpol, termasuk PKB. Nama-nama itu nantinya akan disetor ke Joko Widodo (Jokowi) selaku presiden terpilih. "Kalau nama banyak, banyaklah," kata dia.

Setelah itu, Jokowi akan menentukan komposisi kabineyang akan ia pimpin di pemerintahan lima tahun ke depan. Sementara sebelumnya, PPP mengaku sudah mendapat jumlah posisi menteri yang diberikan untuk PPP dari Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Namun, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, partai belum mengetahui posisi menteri yang akan diberikan. "Pak Jokowi sudah menyampaikan, baru menyampaikan baru jumlah posnya saja yang akan diberikan, tapi belum menyampaikan posnya apa," kata Arsul di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (7/8).

Arsul enggan menyebutkan jumlah menteri yang disediakan untuk PPP. Partai berlambang Kakbah itu memilih menunggu terlebih dahulu kejelasan pos yang diberikan pada partai. 

Menurut Arsul, dengan mengetahui pos yang diberikan, PPP dapat menyiapkan kader terbaiknya yang sesuai dengan pos tersebut. "Nah, kami rasa lebih bijak kalau kemudian mengetahui dulu ya posnya itu apa sehingga kami bisa mengajukan kader yang tepat gitu loh," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA