Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Tim Teknis Kembali Dalami CCTV Kasus Penyerangan Novel

Rabu 07 Agu 2019 14:34 WIB

Red: Andri Saubani

Novel Baswedan

Novel Baswedan

Mabes Polri akan meminta bantuan Kepolisian Federal Australia (AFP).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Mohammad Iqbal mengatakan tim teknis akan mendalami kembali video rekaman kamera pengawas (CCTV) dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Menurut dia, tim teknis kemungkinan akan kembali meminta bantuan Kepolisian Federal Australia (AFP) untuk mendalami rekaman CCTV.

Baca Juga

"Kami dalami (CCTV). Bisa saja kami akan kembali minta bantuan dari Kepolisian Australia," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/8).

Iqbal mengatakan, bahwa tim teknis sudah mengeksplorasi tempat kejadian perkara dan mendalami keterangan para saksi. "Karena TKP itu hal yang penting, berkali-kali harus dieksplor untuk menemukan alat bukti. Kami juga mendalami saksi-saksi," katanya.

Ia optimistis kinerja tim teknis akan membuahkan hasil baik. Pasalnya, para polisi yang menjadi anggota tim teknis merupakan tim terbaik.

"Nanti banyak langkah yang akan dikerjakan. Tim ini tim terbaik, jadi akan mengembangkan (kasus) dari subtim-subtim. Jadi, sebagai juru bicara, saya katakan kami optimistis akan ungkap (kasus Novel)," katanya.

Tim teknis dibentuk atas rekomendasi tim pencari fakta (TPF) setelah TPF bekerja selama enam bulan. Tim teknis bertugas mendalami fakta dan data yang ditemukan oleh TPF terkait dengan kasus Novel dan melakukan investigasi kasus secara profesional. Tim ini bekerja mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019, sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo yang memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada tim teknis.

photo
TPF Polri Gagal Temukan Penyerang Novel

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA