Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Festival Ende Angkat Keragaman Budaya

Rabu 07 Aug 2019 12:41 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sesditjen PDTU kemendes PDTT Sugito membuka Festival Ende.

Sesditjen PDTU kemendes PDTT Sugito membuka Festival Ende.

Foto: kemendes
Festival Ende mengangkat nilai-nilai tradisi dalam budaya di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, ENDE -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten Ende menggelar festival adat dan budaya Selasa (6/8). Sesditjen PDTU kemendes PDTT Sugito menyampaikan Festival adat dan budaya untuk perdamaian ini bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai tradisi dalam budaya di masyarakat.

Budaya sebagai pengggerak utama memajukan daerah dan desa dalam pembangunan dengan mengutamakan kearifan lokal dan kohesi sosial dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian. “Kegiatan ini adalah ragam entitas masyarakat yang mesti di restorasi, dikembangkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan karena acara festival adat dan budaya bukan sekedar serimonial belaka. Kegiatan ini mesti dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan,” kata sugito.

Baca Juga

photo

Sesditjen PDTU kemendes PDTT Sugito membuka Festival Ende.

Kegiatan festival pranata adat dan budaya kabupaten Ende ini menampilkan parade budaya nusantara, tarian kolosal, midley lagu-lagu Ende, pementasan teater Indonesia Tanah Air Beta, deklarasi damai, pementasan tarian pesona Flores, doa bersama lintas agama, orkestra sato, pemukulan gong perdamaian dan tarian tradisional gawi massal.

Kegiatan festival pranata adat dan budaya menghadirkan segenap unsur dan tokoh di daerah seperti dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), tokoh agama, tokoh adat dan tokoh perempuan, tokoh organisasi pemuda dan masyarakat.

Sugito menjelaskan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi yang turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa. Disamping itu, kegiatan ini juga sebagai wahana untuk melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya dan menjadi kohesi antar suku bangsa.

“Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus melibatkan semua elemen masyarakat, baik pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, pemuda dan masyarakat desa” ucap dia.

Wakil Bupati Ende Djafar H. Achmad mengatakan tema festival budaya untuk perdamaian di kabupaten Ende ini adalah 'Ende ku satu, Ende ku damai, di bumi Pancasila ini damaiku untuk Nusantara'. Menurutnya, tema ini mengandung arti dan makna untuk merefleksi, memahami dan menyelami secara mendalam, tentang misteri dan sejarah perjuangan sang proklamator Bung karno.

Pada tahun 1934 Sukarno ketika di asingkan ke Ende yang memperoleh ilham dan menemukan 5 butir mutiara Pancasila di Kota Ende. "Karena itu, saya minta seluruh masyarakat kabupaten Ende untuk pelihara, jaga dan pertahankan kondisi daerah yang aman dan damai ini, agar tidak di donai oleh siapapun, dan lawan jika ada yang memcoba untuk merusak tatanan persaudaraan, toleransi kerukunan umat beragama dan persatuan yang terbina selama ini," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA