Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

IHSG Ditutup Melemah Seiring Pelemahan Pasar Saham Asia

Selasa 06 Aug 2019 17:46 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Investor memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui ponsel pintar, Kamis (18/4).

Investor memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui ponsel pintar, Kamis (18/4).

Foto: Republika/Idealisa Masyrafina
Pasar saham Asia belum mampu keluar dari tekanan koreksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada akhir perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 56 poin atau sebesar 0,91 persen menjadi 6.119. Sektor aneka industri, keuangan, perdagangan, industri dasar disebut menjadi kontributor terbesar dari pelemahan IHSG ini.

"Keempat sektor tersebut bergerak negatif dan investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,18 triliun," ujar Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, Selasa (6/8).

Baca Juga

Sementara itu, pasar saham Asia di akhir perdagangan ditutup mayoritas bergerak melemah pada hari ini. Pasar saham Asia belum mampu keluar dari tekanan koreksi karena saat ini masih berada di bawah tekanan terhadap prospek masalah Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Hal tersebut membuat investor pasar keuangan khawatir akan perkembangan hubungan AS-Cina. Sikap pemerintah Cina yang membiarkan nilai tukar yuan melemah dan menghentikan pembelian produksi pertanian AS menjawab respon atas pengenaan tarif impor oleh AS.

Friksi kedua negara tersebut tidak hanya berakibat perang tarif dagang, tetapi juga berpotensi menimbulkan perang nilai tukar mata uang. Ditambah, reaksi Cina yang berhenti membeli produksi pertanian AS semakin meningkatkan tensi di kedua negara.

Sedangkan faktor internal dipengaruhi oleh hasil survei konsumen Bank Indonesia indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2019 yang lebih rendah dari sebelumnya. IKK saat ini turun menjadi 124,8 dari sebelumnya sebesar 126,4. 

"Melemah dari bulan sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja," tutur Nico.

Tidak hanya IHSG, sepanjang hari ini rupiah juga terdepresiasi 22 poin ke level Rp 14.277. Sementara CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 99.65 lebih tinggi dari level sebelumnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA