Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Pemandian Era Utsmaniyah Dijual Pemiliknya

Selasa 06 Aug 2019 07:41 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Hasanul Rizqa

Pemandian kuno Turki. (Ilustrasi)

Pemandian kuno Turki. (Ilustrasi)

Foto: Daily Sabah
Bangunan pemandian era Kesultanan Utsmaniyah ini terabaikan 100 tahun lamanya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah pemandian era Kesultanan Utsmaniyah yang sudah berusia 550 tahun dijual pemiliknya. Lokasi bangunan Pemandian Umum Ishak Pasa itu terletak di di distrik Sultan Ahmed Istanbul, Turki. Hanya berjarak lima menit dengan berjalan kaki dari Museum Hagia Sophia dan Masjid Biru di Cankurtaran di distrik Fatih.

Baca Juga

Kompleks pemandian kuno itu dijual dengan harga 3,5 juta dolar AS. Secara umum, kondisi bangunan tersebut sudah mengalami kerusakan setelah tak dikelola lagi lebih dari 100 tahun.

Pemandian Ishak Pasa dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mehmed II, sang penakluk Istanbul (dahulu: Konstantinopel) pada 1453. Namun, kini kondisi fasilitas umum era klasik itu memprihatinkan. Dinding-dinding pemandian hampir roboh, meski masih terdapat marmer sisa-sisa era Utsmaniyah.

Pemandian ini memiliki langit-langit yang berkubah, dekorasi muqarnas, jendela kaca dengan dekorasi arsitektur Utsmaniyah klasik. Sayangnya dari pantauan udara, sebagian besar  dinding dan atap situs bersejarah itu telah ditutupi pohon dan gulma. Sementara sampah menumpuk di dalam bangunan. Para pemburu barang-barang kuno pun kerap berdatangan untuk menjarah benda-benda yang berharga.

photo
Peta wilayah Utsmaniyah.



Meski demikian menurut konsultan penjualan pemandian bersejarah itu, Sinan Yildirim pemilik pemandian telah berupaya meminta bantuan Direktorat Yayasan Regional. Sebab menurut Yildirim, keluarga pemilik pemandian sebelumnya berkeinginan pemandian itu bisa direstorasi dan dapat digunakan kembali.

“Mereka mengatakan bahwa mereka tak sanggup (untuk menangani pemandian) seperti investor atau negara, saat tempat ini tetap dikelola keluarga,” kata Yildirim seperti dilansir Daily Sabah pada Selasa (6/8).

Seperti diketahui, pemandian kuno yang paling terkenal di Turki tak hanya di Istanbul, tetapi juga Bursa, suatu provinsi yang dahulu merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA