Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Listrik Padam Merugikan Masyarakat, Presiden Marah

Senin 05 Aug 2019 16:37 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden menyayangkan kurangnya manajemen risiko yang disiapkan oleh PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur jajaran direksi pln terkait insiden padamnya listrik di sejumlah daerah pada Ahad (4/8) kemarin. Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Jokowi menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja PLN lantaran insiden tersebut telah merugikan masyarakat dan menganggu kegiatan usaha.

Baca Juga

"Yang pasti presiden sangat mendengarkan suara publik. Itu yang pertama dan jangan sampai kegiatan itu menganggu usaha dan seterusnya," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/8).

Menurut dia, presiden menyayangkan kurangnya manajemen risiko yang disiapkan oleh PLN menghadapi insiden yang terjadi. Karena itu, Jokowi juga menginstruksikan dilakukannya evaluasi total terhadap kinerja PLN.

"(Evaluasi total) pastilah ada apa, kenapa cukup lama dan sebagainya, walaupun secara teknikal setelah dijelaskan. Yang lebih penting lagi bagaimana memitigasi kalau terjadi sesuatu," ujarnya. 

Moeldoko menyampaikan, Presiden Jokowi meminta agar PLN segera melakukan perbaikan dan menyiapkan tata kelola risiko menghadapi terjadinya insiden serupa. 

Seperti diketahui, Presiden mendatangi kantor pusat PT PLN pagi ini. Ia ingin meminta penjelasan dari direksi PLN terkait padamnya listrik di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. 

Kepada jajaran direksi PLN, Jokowi pun menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja PLN yang dianggap tidak mampu menjalankan operasi kerja secara optimal. 

"Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko yang dihadapi dengan manajemen besar tentu saja ada contigency plan, ada back up plan. Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik," keluh Jokowi. 

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani pun menyampaikan permohonan maafnya kepada Presiden Jokowi. Ia mengakui, pihaknya lamban dalam menindaklanjuti insiden padamnya listrik kemarin. 

"Sedikit demi sedikit, kami memang mohon maaf prosesnya lambat kami akui, Pak," ujar dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA