Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saat Ibu tak Langsung Jatuh Hati pada Bayinya

Senin 05 Aug 2019 15:13 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Ibu dan bayinya.

Ibu dan bayinya.

Foto: pixabay
Bagaimana jika ibu sama sekali tak merasakan cinta pada buah hati setelah kelahiran?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang mengira, seorang ibu akan otomatis merasa jatuh hati pada buah hatinya setelah melahirkan seperti yang ditunjukkan di film-film. Namun, kenyataannya tak melulu seindah itu.

Baca Juga

Ibu bisa saja sama sekali tidak merasakan cinta atau tidak mencintai sang buah hati di awal masa setelah melahirkan. Hal itu dapat terjadi akibat pengalaman traumatik ibu saat melahirkan.

Demikian juga dengan ibu yang kelelahan usai persalinan yang panjang. Ketika mereka dilanda kecemasan dan kelelahan, itu tandanya ibu mengalami baby blues.

Psikolog Bronwyn Leig, direktur sebuah jaringan yang menaungi lebih dari 50 psikolog swasta mengungkapkan, tidak sedikit ibu yang tidak langsung merasa terikat dengan bayi mereka. Banyak ibu bahkan tidak terpikir ada kemungkinan bahwa mereka tidak sontak jatuh cinta dengan buah hatinya.

Jika itu yang Anda rasakan, jangan risau. Dr Leigh menjelaskan, kehadiran bayi adalah tentang membangun hubungan baru, bukan momen waktu. Seperti halnya hubungan apa pun, perasaan baik dan buruk bisa hidup berdampingan.

"Seiring berjalannya waktu, ikatan ibu dan anak bisa berkembang," kata Leigh, dilansir laman abc.net.

Cara terhubung dengan si kecil

Leigh memastikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai mencintai dan dekat dengan sang malaikat kecil. Dr Leigh mengatakan, biasanya seorang ibu akan merasa terhubung dengan bayinya ketika dia relaks dan tidak ada tekanan ataupun saat bayi itu sendiri juga tampak santai dan tidak dalam kesulitan.

Di samping itu, hati-hati dengan penggunaan media sosial yang dapat berdampak pada mental seorang ibu. Media sosial bisa menciptakan harapan yang tidak realistis untuk seorang ibu baru tentang seperti pertemuan pertama dengan bayi mereka nantinya.

Sering kali foto-foto yang telah diunggah di media sosial berbeda dengan kenyataan di rumah. Disarankan para ibu untuk melepaskan diri dari tekanan yang diciptakan sendiri. Ingatlah, tidak ada cara sempurna untuk bereaksi dari persalinan dan kelahiran.

Terbebas baby blues

Adalah normal untuk merasa kelelahan setelah kelahiran bayi. Tetapi jika perasaan ini bertahan selama berminggu-minggu, sebaiknya cari bantuan dari dokter umum atau bidan.

Satu dari tujuh wanita Australia akan mengalami depresi pascakelahiran bayi. Menurut Perinatal Anxiety and Depression Australia (PANDA), ada beberapa gejala depresi pascanatal.

Gejala itu mencakup kepanikan akan kesehatan, kesejahteraan, atau keselamatan bayi. Lalu, perkembangan pikiran dan atau perilaku obsesif atau kompulsif, suasana hati yang tiba-tiba berubah, merasa terus-menerus sedih, menangis tanpa alasan yang jelas, dan menjadi gugup, 'gelisah' termasuk di antaranya.

Depresi pascapersalinan juga ditunjukkan dengan perasaan terus-menerus lelah dan kekurangan energi. Ibu yang mengalaminya juga memiliki sedikit atau tidak sama sekali minat pada semua hal normal yang membawa kesenangan, seperti waktu bersama teman, olahraga, makan, atau berbagi waktu dengan pasangan.

Waspada juga dengan tidur terlalu banyak atau kurang tidur sama sekali, kehilangan minat pada keintiman, dan menjaga jarak dengan teman dan keluarga. Jangan lengah jika ibu menjadi mudah jengkel atau jengkel, merasa marah, sulit fokus/berkonsentrasi atau mengingat, terlibat dalam perilaku yang lebih berisiko, muncul pikiran melukai bayi, berpikiran kematian atau bunuh diri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA