Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Vidi dan Vadi Buka Cabang Baru Resto Teras Istana

Senin 05 Aug 2019 13:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Peluncuran Resto Teras Istana.

Peluncuran Resto Teras Istana.

Foto: Istimewa
Cabang baru Resto Teras Istana bekerjasa sama dengan keluarga Jenderal Soedirman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Resto Teras Istana buka cabang di Gedung Menara Telkom, Jakarta. " Makan di sini,  serasa kita makan di Istana Merdeka" ujar Vidi Aldiano yang didampingi sang ayah, Harry Kiss.

Vidi mengatakan, restoran ini merupakan kerjasama dengan keluarga Jenderal Soedirman yang diwakili Ganang Soedirman. "Kami ingin mengumpulkan barang pernak pernik milik Pahlawan Nasional dan tokoh-tokoh Nasional yg akan kami pajang di resto kami" ujar Ganang Soedirman yang merupakan cucu dari Panglima Besar Jend Soedirman.

"Kami diberi buku masakan kegemaran bapak Try Sutrisno saat kami berkunjung ke rumah beliau dan bertemu dengan ibu Try Sutrisno kami sangat bangga karena Resto ini diresmikan oleh Beliau" sambung Ganang Soedirman.

Selain makanan kegemaran para presiden dan wakil presiden, Restoran Teras Istana menyiapkan 8 makanan dan 8 minuman. Bahan-bahan menu yang ditanam dan dipanen sendiri seperti, tambak ikan, udang, sayur mayur, dan peternakan.

"Jadi kualitasnya terjamin,"  kata Harry Kiss.

Selain meresmikan Resto Teras Istana, kakak beradik Vidi dan Vadi memperkenalkan album Eyang S. Darsih, yang merupakan album kolaborasi Eyang dan Cucu.

"Mulanya kami menemukan file vokal Ibu saya sebanyak 4 lagu, kemudian oleh Erwin Gutawa dibuat arransemen  musiknya di Austria, dengan iringan Vienna Synchron Stage Orchestra" ujar Harry Kiss.

"Kami berkolaborasi dengan  almarhumah eyang kami, seperti Natalie Cole duet dengan Ayah, Nat King Cole" ujar Vidi dan Vadi.

"Kami dibantu oleh Gita Gutawa, dalam membuat project orkes di Vienna" ujar Vidi dan Vadi.

Ada 4 lagu orkestra dan 3 lagu keroncong asli yang dibuat dalam album ini. "Lagu tersebut antara lain, Di bawah sinar bulan purnama, Krontjong Tanah Airku, Juwita malam dalam versi jazz, dan Sepasang Mata Bola" Pungkas Gita Gutawa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA